Mataram (Inside Lombok) – Sebanyak 22 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTB dipulangkan dari Malaysia. Puluhan PMI tersebut tersebar dari 10 kabupaten kota di NTB.
Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, Najib mengatakan pemulangan 22 PMI ini terjadi pada awal September lalu. Dirincikan ada 20 laki-laki dan dua orang perempuan. “Yang 22 sudah sampai ke daerah asalnya,” katanya, Selasa (23/9) siang.
Pada awal September, jumlah PMI dari Malaysia yang dideportasi yaitu sebanyak 40 PMI. Namun dari jumlah tersebut, diantaranya 22 orang NTB dan lainnya dari daerah lain. Pemulangan PMI ini karena berbagai alasan. Misalnya berangkat tidak sesuai prosedur atau illegal. Karena beberapa dari mereka juga tidak melengkapi identitas, pindah bos, hingga kabur. “Umumnya yang unprosedural. Rata-rata seperti itu,” katanya.
Ia mengatakan, jika PMI berangkat sesuai prosedur, pemerintah akan memberikan perlindungan penuh sebagai jaminan mereka bekerja di negara tetangga. Meksi demikian, Pemda akan tetap memberikan perlindungan bagi PMI yang bermasalah baik yang sesuai prosedur maupun tidak. “Kita pasti akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Kalau di sini BP3MI yang punya kewenangan terkait dengan PMI,” ucapnya.
Sementara terkait dengan adanya 131 PMI bermasalah ia mengaku belum diketahui secara pasti. Berdasarkan informasi yang beredar, per 20 September 2025 lalu, sebanyak 131 PMI bermasalah yang terdiri dari 52 laki-laki dan 79 perempuan dideportasi dari Malaysia. Mereka tiba di Pelabuhan Dumai pada Sabtu, 20 September 2025, sekitar pukul 16.05 WIB menggunakan Kapal Indomal Regal.
Berdasarkan data KJRI Johor Bahru, para PMI bermasalah ini berasal dari berbagai daerah, seperti NTB sebanyak empat orang, Sumatera Utara sebanyak 42 orang, Aceh 20 orang, Jawa Timur 25 orang, Jawa Barat Sembilan orang, Jawa Tengah enam orang. Selanjutnya, NTT delapan orang, Sumatera Barat empat orang, Sumatera Selatan satu orang, Sulawesi Utara satu orang, Kalimantan Selatan satu orang, DKI Jakarta satu orang. Kemudian empat orang asal Lampung, empat orang asal Riau, dan Jambi satu orang.

