Lombok Timur (Inside Lombok) – Kabupaten Lombok Timur (Lotim) dihebohkan serangkaian peristiwa kebakaran dalam satu hari pada Sabtu (27/9/). Total lima kejadian dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah berbeda dengan objek yang bervariasi, mulai dari oven tembakau, kebun bambu, hingga rumah warga.
Peristiwa kebakaran tersebut, meski tidak menimbulkan korban jiwa, tetapi insiden-insidennya mengakibatkan kerugian material yang cukup besar dan sempat mengancam pemukiman warga di sekitarnya.
Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 04.57 Wita, di Desa Toyang, Kecamatan Sakra Barat, saat oven tembakau milik Muh. Ali Gofar terbakar diduga akibat kelalaian saat proses pengeringan. Tim Damkarmat dari Pos WMK Keruak yang menerima laporan segera menuju lokasi dan berhasil memadamkan api sekitar pukul 05.48 Wita. Kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp75 juta.
Tak lama berselang, sekitar pukul 05.48 Wita, api kembali berkobar di Dusun Dasan Timuk, Desa Selagik. Kali ini, kebun bambu milik Soniliandi terbakar yang juga diduga akibat kelalaian. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 06.05 Wita dan langsung melakukan asesmen, pemadaman, dan pendinginan agar api tidak merembet ke permukiman. Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 07.05 Wita.
Peristiwa ketiga terjadi pukul 11.15 Wita di Kampung Banjar Timur, Kecamatan Pringgabaya, saat rumah milik Hadi Zulmiardi terbakar akibat korsleting listrik. Tim Damkarmat dari Pos Pringgabaya tiba sekitar pukul 11.23 Wita, dan berhasil memadamkan api pada pukul 12.15 Wita. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp60 juta.
Sementara itu, pada pukul 15.05 Wita, kebakaran kembali terjadi di Desa Rarang Selatan, Kecamatan Terara. Oven tembakau milik Nur Amin terbakar dan merusak sebagian besar bangunan. Petugas dari Pos Terara Regu 1 Yudha bergerak cepat dan tiba di lokasi sekitar pukul 15.13 Wita. Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 16.15 WITA dengan estimasi kerugian mencapai Rp50 juta.
Kebakaran kelima terjadi sekitar pukul 17.00 Wita di Dusun Leming, Kecamatan Terara, saat oven tembakau milik Sidin terbakar. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 17.08 WITA dan segera melakukan pemadaman. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.55 WITA. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian akibat insiden ini diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan (Kabid Damkarmat) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Lotim, Jumadil, membenarkan bahwa seluruh kejadian tersebut terjadi dalam satu hari dan berhasil ditangani berkat respon cepat petugas.
“Dalam satu hari kami menangani lima peristiwa kebakaran di lima lokasi berbeda. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, namun total kerugian materi yang ditimbulkan cukup besar. Sebagian besar penyebabnya adalah kelalaian manusia,” ujar Jumadil, Sabtu (27/9).
Jumadil mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam berbagai aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, mulai dari penggunaan listrik, pengelolaan lahan, hingga pengoperasian oven tembakau. “Kami mengingatkan warga agar selalu memeriksa instalasi listrik. Tindakan pencegahan sangat penting untuk mencegah kerugian yang lebih besar,” tegasnya.
Pihak Dinas Damkarmat Lotim juga berkomitmen meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk memperkuat peralatan dan sarana pemadaman. Namun, Jumadil mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, seperti alat pelindung diri (APD) yang rusak dan tidak layak pakai. Ia pun meminta masyarakat untuk segera melaporkan potensi kebakaran sekecil apapun agar bisa segera ditangani oleh petugas sebelum api membesar dan menimbulkan kerugian besar.

