Lombok Barat (Inside Lombok) – Masih banyak sekolah-sekolah yang belum mendapatkan penyaluran Makanan Bergizi Gratis (MBG). Dengan bertambahnya dapur MBG yang beroperasi, akan memaksimalkan jumlah sekolah yang menerima program tersebut.
Kepala SDN 1 Kediri Selatan, H. Muhasim, mengatakan makanan yang dibagikan kepada peserta didik harus terjamin kualitasnya. Apalagi saat ini mulai beredar makanan yang dibagikan ada yang sudah tidak layak konsumsi. “Jadi supaya jangan terulang, kami berharap pengelola dapur harus memperhatikan kualitas makanannya agar tidak terjadi tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Menu-menu makanan yang dibagikan kepada peserta didik diharapkan sesuai standar dan memenuhi kebutuhan gizi. Dengan demikian, makanan yang didapatkan para siswa melalui program MBG ini bisa meningkatkan semangat siswa untuk belajar. “Siswa kami harus dapat makanan-makanan yang terjamin mutu dan gizinya,” katanya.
Muhasim mengaku ada rasa khawatir dengan banyaknya informasi yang beredar terkait MBG saat ini. Oleh karena itu, ia berharap agar dapur yang akan menyalurkan makanan ke sekolahnya bisa menjamin kualitasnya. “Kami berharap dari pihak dapur tidak terjadi kejadian seperti itu,” katanya.
Pihak dapur diharapkan memperhatikan kualitas gizi dan menu makanan yang dibagikan kepada peserta didik. “Semua harus terkoordinasi. Tidak hanya menu tapi semua yang terlibat seperti juru masak,” katanya.
Adapun jumlah peserta didik di SD Negeri 1 Kediri Selatan sebanyak 350 siswa yang akan menerima manfaat dari program MBG. “Kita Gugus 1 dan dari 6 sekolah itu sebelumnya kita saja yang belum dapat,” katanya.
Pihaknya mendukung program MBG ini. Karena melalui program ini, menurutnya bisa meningkatkan gizi para peserta didik. “Bisa menjadi pemerataan kebutuhan gizi kepada para siswa,” katanya.

