Mataram (Inside Lombok) – Dari prosesi sembeq, ritual betabeq, hingga parade tari, MotoGP Mandalika 2025 resmi dibingkai tradisi NTB. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menyebut kehadiran budaya adalah cara agar masyarakat merasa memiliki ajang balap dunia yang akan berlangsung di Mandalika.
Iqbal pun turut melepas parade budaya pembalap MotoGP di Taman Sangkareang hingga Teras Udaya, Rabu (1/10). Parade ini menandai eratnya kolaborasi olahraga dunia dengan identitas budaya lokal.
Bahkan, Pemprov NTB menyiapkan Museum Lombok-Sumbawa Civilization untuk memperkuat nuansa kebudayaan dalam ajang internasional tersebut. “Intinya, MotoGP harus menjadi milik masyarakat NTB. Nuansa kebudayaan adalah cara untuk mengikat rasa memiliki itu,” kata Iqbal, Rabu, (01/10).
Dari sisi penyelenggaraan, optimismenya didukung data penjualan tiket yang sudah mencapai 90 persen. Kamar penginapan di kawasan Mandalika dilaporkan penuh, sementara di Kota Mataram tingkat okupansi hotel masih sekitar 50 persen.
Iqbal juga memastikan keberlanjutan event. Bersama ITDC, pemerintah daerah akan mulai membahas persiapan MotoGP 2026 sebulan setelah gelaran tahun ini. Tantangan lebih besar menanti, sebab jadwal Mandalika akan bersinggungan dengan balapan Formula 1 di Singapura. (gil)

