26.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok BaratDistanbun Lobar Maksimalkan Hilirisasi untuk Tingkatkan Nilai Tambah

Distanbun Lobar Maksimalkan Hilirisasi untuk Tingkatkan Nilai Tambah

Lombok Barat (Inside Lombok) – Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (Distanbun) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) akan memaksimalkan pengolahan hasil pertanian dan perkebunan guna meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat. Upaya ini dilakukan karena sebagian besar hasil perkebunan di daerah tersebut masih dijual dalam bentuk mentah.

Kepala Distanbun Lobar, Damayanti Widyaningrum, mengatakan hilirisasi hasil pertanian dan perkebunan di daerahnya belum berjalan maksimal. Sejumlah kecamatan di Lobar memiliki produksi kakao yang cukup besar, namun hasilnya belum diolah sebelum dijual. “Hilirisasi ini memang kami baru mau mulai ini. Ada juga program dari Kementerian Pertanian terkait hilirisasi. Ini untuk meningkatkan nilai tambah,” ujarnya.

Melalui program ini, hasil produksi di sektor perkebunan, peternakan, dan pertanian akan diproses terlebih dahulu sebelum dipasarkan. Dengan demikian, harga jual produk diharapkan meningkat. Pemerintah daerah (Pemda) juga berencana mengajukan bantuan ke pemerintah pusat, baik berupa anggaran maupun peralatan pendukung. “Kita sudah komunikasi dan kita tidak tahu apa yang akan diberikan kepada kami,” kata Damayanti.

Ia menjelaskan, produksi kakao di Kecamatan Narmada cukup besar, terutama di wilayah Kumbi, Lembah Sempage, dan Pakuan. Namun, para petani masih menjual hasil panen setelah dikeringkan tanpa pengolahan lanjutan. “Biasanya para petani itu dijual langsung. Padahal sudah bisa dulu. Tapi saat saya tanya katanya lebih cepat dapat uang,” ujarnya.

Damayanti menambahkan, Pemda akan berupaya meningkatkan kesadaran petani agar tidak menjual hasil perkebunan dalam bentuk mentah. Selain kakao, hasil perkebunan lain seperti kelapa juga berpotensi diolah lebih lanjut. “Kepala itu jangan dijual gelondongan. Kan serabut kepala itu bisa dimanfaatkan, kepalanya jadi santan, batok kepala jadi kerajinan dan diarahkan ke situ,” katanya.

Menurutnya, tingkat pengolahan hasil pertanian dan perkebunan di Lobar saat ini baru sekitar 15 persen, dengan produk utama seperti gula aren dan minyak kelapa. Tahun 2026, program hilirisasi akan dimaksimalkan dengan dukungan peningkatan sumber daya manusia melalui pelatihan. “Nanti kita lakukan pelatihan,” tegas Damayanti.

- Advertisement -

Berita Populer