Mataram (Inside Lombok)- Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB perkuat komitmen dalam memperluas digitalisasi transaksi ekonomi daerah. Komitmen ini diwujudkan dengan memperkenalkan inovasi pembayaran mutakhir, yakni QRIS TAP dan QRIS Crossborder, yang menjadi sorotan utama dalam rangkaian acara Lombok-Sumbawa Festival (LSF) di perhelatan MotoGP Mandalika 2025.
Kepala Perwakilan BI NTB, Hario K. Pamungkas, menegaskan bahwa momen ini adalah titik balik penting dalam memperluas digitalisasi sektor pariwisata. Implementasi teknologi ini bukan sekadar pelengkap, melainkan sebuah pernyataan bahwa NTB siap bersaing di kancah pariwisata digital global.
“Implementasi QRIS di MotoGP Mandalika menjadi bukti bahwa NTB siap bersaing di era digital. Kami ingin menjadikan Mandalika sebagai showcase inovasi pembayaran digital Indonesia kepada dunia,” ujarnya, Selasa (7/10).
Sedangkan fitur QRIS Crossborder menjadi bintang yang paling menarik bagi wisatawan mancanegara. Khususnya bagi pengunjung asal Malaysia, Singapura, dan Thailand yang memadati MotoGP Mandalika, fitur ini memberikan solusi pembayaran yang revolusioner. Mereka kini dapat membayar langsung di merchant QRIS mana pun hanya dengan menggunakan aplikasi pembayaran dari negara asal mereka.
“Ini menghilangkan kerumitan menukar mata uang tunai, menciptakan pengalaman transaksi yang mudah, cepat, dan efisien,” katanya.
Lebih lanjut, dukungan BI terhadap digitalisasi tidak berhenti pada wisatawan. Dalam LSF kemarin, BI NTB memfasilitasi 60 stan UMKM binaan Pemprov NTB agar sepenuhnya dapat bertransaksi menggunakan QRIS Seluruh stan ini tidak hanya menerima QRIS biasa, tetapi juga dilengkapi dengan sound box dan perangkat pendukung QRIS TAP, memastikan transaksi berlangsung secepat kedipan mata.
“Kami ingin memastikan bahwa UMKM dan sektor pariwisata daerah dapat menikmati manfaat nyata dari transformasi digital ini,” terangnya.
Inovasi seperti QRIS TAP dan QRIS Crossborder menunjukkan kesiapan Indonesia dalam menghadirkan ekosistem ekonomi digital yang terintegrasi, baik di dalam negeri maupun lintas negara. Melalui kolaborasi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan perbankan.
“Kami juga berharap teknologi pembayaran digital ini dapat memperkuat daya saing pariwisata NTB dan menjadikan Mandalika sebagai destinasi unggulan berbasis digital,” jelasnya.
Selama MotoGP, Bank Indonesia bekerja sama dengan Pemprov NTB dan Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) untuk menciptakan digital payment zone di berbagai titik strategis, termasuk area kuliner, kerajinan, dan festival. LSF sendiri menjadi wadah strategis untuk promosi produk unggulan daerah dan edukasi sistem pembayaran modern. Bahkan memperkuat sinergi dengan berbagai pihak dalam membangun ekonomi digital yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025.
“Kami berharap teknologi pembayaran digital ini dapat memperkuat daya saing pariwisata NTB dan menjadikan Mandalika sebagai destinasi unggulan berbasis digital, sekaligus memperkuat citra NTB sebagai destinasi wisata digital berkelas dunia,” pungkasnya. (dpi)

