Lombok Utara (Inside Lombok) – DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) mendesak pemerintah daerah (Pemda) agar serius mengatasi persoalan sampah yang volumenya terus meningkat. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KLU, volume sampah di wilayah tersebut mencapai 108,79 ton per hari. Kondisi ini dinilai mengkhawatirkan jika tidak segera diolah dengan baik.
Anggota Komisi II DPRD KLU, Artadi, menyatakan bahwa persoalan sampah harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Ia menilai peningkatan jumlah penduduk berpotensi memperbesar volume sampah di masa mendatang. Dari total sampah yang dihasilkan, sekitar 60 persen merupakan sisa makanan rumah tangga dan 15 persen berasal dari plastik. “Angka itu adalah potret nyata darurat sampah yang harus segera diatasi. Ini harus menjadi perhatian serius Pemda,” ujarnya, Rabu (8/10).
Artadi mengingatkan bahwa jika permasalahan sampah tidak ditangani segera, maka dapat menimbulkan bencana lingkungan seperti banjir. Ia menekankan pentingnya langkah nyata sejak dini agar dampak lingkungan dapat diminimalisir. “Kalau tidak ditangani sekarang, dampaknya akan berat,” jelasnya.
DPRD juga menyoroti rencana pemerintah daerah menghadirkan insinerator sebagai solusi pengolahan sampah. Artadi mendesak agar rencana tersebut segera direalisasikan dan tidak berhenti pada tataran wacana. Ia menekankan pentingnya memastikan operator insinerator benar-benar kompeten dalam mengoperasikannya.
“Jangan sampai alat dibeli hanya untuk formalitas. Makanya penting sekali efektivitas alat dan sumber daya manusia yang kompeten,” katanya.
Selain itu, DPRD menilai lemahnya pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) juga menjadi masalah. Dari 19 unit TPS3R yang telah dibangun, enam unit dilaporkan tidak beroperasi sama sekali, sementara 13 unit lainnya berjalan tidak maksimal. “Pemda harus cari tahu kenapa tidak maksimal. Jangan dibiarkan, perlu evaluasi total terhadap aset pengolahan sampah yang vital tersebut,” tambahnya.
DPRD meminta agar Pemda segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan sampah, termasuk optimalisasi peran TPS3R dan percepatan pengadaan insinerator agar persoalan sampah di KLU dapat teratasi secara berkelanjutan. (dpi)

