26.5 C
Mataram
Sabtu, 7 Februari 2026
BerandaAdvetorialTaman Sains Indonesia Dorong Kolaborasi Akademisi dan Publik Lewat Literasi Ilmiah

Taman Sains Indonesia Dorong Kolaborasi Akademisi dan Publik Lewat Literasi Ilmiah

Mataram (Inside Lombok) – Tiga akademisi muda, Lalu Nurcholis Husnu asal Lombok, Nursitti Khadijah dari Nusa Tenggara Timur, dan Dicky Wahyudi asal Tulungagung, menggagas inisiatif pendidikan bernama Taman Sains yang berupaya menjembatani dunia kampus dengan masyarakat melalui riset, edukasi, dan literasi ilmiah. Inisiatif ini didirikan di Malang, Jawa Timur, dengan semangat “Teman Berpikir dan Teman Bertumbuh”.

Taman Sains hadir dari keprihatinan terhadap rendahnya kemampuan mahasiswa dan masyarakat dalam memahami serta memanfaatkan ilmu pengetahuan secara praktis. Banyak hasil penelitian akademik yang tidak dimanfaatkan secara nyata. Melalui platform ini, para pendiri berupaya menghidupkan kembali semangat ilmiah dengan pendekatan yang mudah dipahami dan relevan bagi berbagai kalangan.

Aktivitas Taman Sains. (Inside Lombok/Ist)

Melalui portal tamansains.com, tim Taman Sains menyajikan hasil riset dan teori akademik dalam bentuk artikel populer yang membahas beragam topik seperti pendidikan, sosial, budaya, dan teknologi. Selain itu, layanan tamansains.id menyediakan bimbingan riset profesional bagi mahasiswa S1 hingga S3 dalam penyusunan karya ilmiah, mulai dari proposal hingga laporan akhir. Pendampingan dilakukan secara daring maupun luring dengan jadwal yang fleksibel, dan setiap mahasiswa dibimbing oleh tutor sesuai bidang keilmuan masing-masing.

Taman Sains juga aktif di berbagai platform digital seperti YouTube, Instagram, TikTok, dan Facebook untuk mengedukasi publik melalui konten seputar penelitian dan penulisan akademik. Tak hanya di ranah digital, lembaga ini juga mendirikan Taman Sains Academy di Desa Bagu, Lombok, yang menawarkan kursus Bahasa Inggris serta program persiapan masuk perguruan tinggi bagi siswa SMA.

Pendiri Taman Sains. (Inside Lombok/Ist)

Pendiri Taman Sains, Lalu Nurcholis Husnu, menyatakan bahwa gerakan ini bertujuan membumikan ilmu pengetahuan agar lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. “Kami ingin membuat ilmu pengetahuan terasa dekat dan bisa dinikmati siapa saja,” ujarnya. “Bukan hanya untuk akademisi, tapi juga untuk masyarakat yang ingin belajar dan berkembang.”

Melalui kegiatan yang terintegrasi dari bimbingan riset hingga pelatihan pendidikan di daerah, Taman Sains terus memperluas perannya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan literasi ilmiah di Indonesia, khususnya di wilayah Indonesia Timur.

- Advertisement -

Berita Populer