31.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok TimurUPTD PPA Pastikan Kondisi Psikologis Aman, Tiga Siswi SMPN 1 Terara Dibina...

UPTD PPA Pastikan Kondisi Psikologis Aman, Tiga Siswi SMPN 1 Terara Dibina Usai Video Ulasan MBG Viral

Lombok Timur (Inside Lombok) – Video tiga siswi SMPN 1 Terara yang menampilkan ulasan menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) dengan kalimat tidak etis viral di media sosial dan memicu reaksi warganet. Menyikapi hal itu, UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Lombok Timur (Lotim) turun langsung ke sekolah untuk meminta keterangan dan memantau kondisi psikologis ketiga siswi tersebut.

Mediasi dilakukan di SMPN 1 Terara pada Jumat (10/10) dengan dihadiri Kapolsek Sikur, Camat Sikur, UPTD PPA, Danramil, serta pihak sekolah. Kepala UPTD PPA Selong, Yuliani, mengatakan kedatangannya bertujuan melakukan asesmen untuk mengetahui kronologi video yang viral serta memeriksa kondisi psikologis anak-anak yang terlibat.

“Kita lebih sifatnya kepada pendampingan, karena anak-anak ini juga termasuk korban dari lingkungannya dan bahkan media sosial itu sendiri,” jelas Yuliani.

Hasil pemeriksaan menunjukkan ketiga siswi tidak mengalami trauma berat. UPTD PPA akan melakukan pendampingan lanjutan untuk memulihkan kondisi psikologis mereka dan memberikan pembinaan agar lebih berhati-hati dalam berperilaku di ruang digital. “Kondisi psikologisnya itu sedang, tidak berat dan tidak ringan. Kita juga berikan pengarahan kepada pihak sekolah agar tidak memberikan sanksi yang bersifat kekerasan dan menghalangi hak anak,” ujarnya.

Menurut hasil asesmen, video tersebut dibuat sekadar untuk bersenang-senang dan diunggah ke status WhatsApp, namun kemudian tersebar luas setelah seseorang mengunduh dan membagikannya ke media sosial lain. “Mereka tidak tahu siapa yang download status WA mereka dan dibagikan ke grup kemudian tersebar ke media sosial. Ketiga siswi tersebut juga hidup dengan orang tua yang tidak utuh,” paparnya.

Kepala SMPN 1 Terara, Moh. Zaini, menyatakan pihak sekolah akan memberikan pembinaan agar para siswi lebih bijak menggunakan media sosial. Sekolah juga akan mengadakan diskusi bersama berbagai pihak untuk menentukan langkah jika siswi merasa tidak nyaman melanjutkan sekolah di SMPN 1 Terara.

“Jadi kita lihat dulu sambil memberikan pemahaman kepada teman-temannya yang lain agar mereka tidak dibully, karena sudah ada beberapa yang bilang seperti memalukan nama sekolah. Kita juga tidak bisa mengeluarkan karena akan kita yang akan disalahkan,” tegasnya.

Zaini menambahkan, pihak sekolah kecolongan karena siswi membawa ponsel ke sekolah, padahal aturan sekolah melarang hal tersebut. “Ini kami jujur kecolongan. Tapi untuk video itu memang dibuat untuk lingkungannya saja, entah siapa yang menyebarluaskan,” pungkasnya.

- Advertisement -

Berita Populer