26.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaMataramKonsisten Kembangkan Wisata Halal, NTB Raih Penghargaan Khusus di ISEF 2025

Konsisten Kembangkan Wisata Halal, NTB Raih Penghargaan Khusus di ISEF 2025

Mataram (Inside Lombok) – Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025 yang menjadi bagian dari rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-12 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, pada 8 Oktober 2025. Penghargaan ini diberikan atas komitmen dan konsistensi NTB dalam mengembangkan destinasi wisata ramah muslim.

Dalam ajang tersebut, NTB menempati urutan ketiga destinasi pariwisata ramah muslim terbaik nasional dan memperoleh Special Recognition Award of Muslim-Friendly Destination bersama 14 provinsi lainnya. Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan pelaku pariwisata atas dukungan terhadap pengembangan wisata halal di daerah itu.

“Terima kasih kepada masyarakat NTB dan seluruh pelaku pariwisata atas dukungannya dalam mewujudkan pariwisata ramah muslim,” ujar Iqbal. Ia juga mengapresiasi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB atas peran aktif dalam pengembangan pariwisata halal melalui pesantren, desa wisata, sertifikasi halal, kota wakaf, serta pengembangan zona KHAS.

Menurut Iqbal, prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi masyarakat NTB sekaligus inspirasi bagi daerah lain untuk terus berinovasi dalam mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi berbasis syariah. Penghargaan ini juga memperkuat posisi NTB sebagai pelopor dalam pertumbuhan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.

Sebagai salah satu kontributor aktif di ISEF 2025, Kantor Perwakilan BI Provinsi NTB turut menghadirkan delegasi pesantren dan pelaku UMKM binaan untuk memperkuat peran daerah dalam membangun ekosistem ekonomi syariah berbasis UMKM dan pesantren. Kepala Perwakilan BI NTB, Hario K. Pamungkas, menyatakan pihaknya akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dengan pesantren, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun kemandirian ekonomi umat dan mewujudkan ketahanan pangan nasional,” ujar Hario. Ia menambahkan, pesantren diharapkan menjadi pilar penting dalam membangun ekonomi syariah yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan.

- Advertisement -

Berita Populer