25.5 C
Mataram
Selasa, 3 Februari 2026
BerandaMataramAkarpohon Mataram Sukses Gelar Offschool: Kelas Luar Sekolah sebagai Ruang Belajar Alternatif

Akarpohon Mataram Sukses Gelar Offschool: Kelas Luar Sekolah sebagai Ruang Belajar Alternatif

Mataram (Inside Lombok) – Komunitas Akarpohon Mataram kembali menegaskan perannya sebagai ruang alternatif belajar dengan sukses menggelar Offschool: Kelas Luar Sekolah pada 9–11 Oktober 2025 lalu.

Bertempat di dua lokasi—Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) NTB dan MVP Coffee Company—program ini menjadi ajang pertemuan lintas gagasan antara peserta dengan sastrawan. Hadir sebagai narasumber, Erni Aladjai untuk kelas penulisan novel, Ari Pahala Hutabarat untuk kelas penulisan puisi, dan Royyan Julian untuk kelas penulisan telaah.

Ketua Pelaksana, Gilang Sakti Ramadhan, menyebut kegiatan ini sebagai upaya menghidupkan semangat belajar yang bebas dari sekat formalitas sekolah, namun tetap berakar pada nilai-nilai lokal dan kebersamaan.

Lebih dari sekadar lokakarya atau diskusi, Offschool menghadirkan suasana belajar yang cair—di mana pengalaman, seni, dan pengetahuan tumbuh dari percakapan dan pertemuan antarindividu. “Dari situ, Akarpohon ingin menanam benih baru tentang cara belajar, berpikir, dan berjejaring ,” kata Gilang, Rabu, (15/10).

Lebih jauh, Gilang menceritakan bahwa Offschool adalah program pokok Komunitas Akarpohon. Berlangsung sejak 2012, program ini mengarahkan dan membiasakan peserta untuk mengelola kemampuan menulis tahap demi tahap hingga mencapai tingkat pengetahuan dan keterampilan tertentu.

Materi yang diberikan kepada peserta bukan sekadar cara-cara menulis, melainkan juga pengetahuan seputar sejarah dan tradisi kesusastraan, perkembangan estetika, serta tautan sastra dengan bidang-bidang lain.

Sebagai program komunitas, Offschool juga terintegrasi dengan program-program lainnya. Dua di antaranya adalah Forum Ketjil dan Microfest. Berbeda dari Offschool, Forum Ketjil dan Microfest terbuka untuk publik. Dalam Forum Ketjil, kami mengundang penulis, seniman, atau intelektual yang kebetulan sedang berada di Mataram, untuk berbagi pengalaman, cerita, serta pikiran-pikiran seputar bidang yang ditekuninya.

Sementara itu, Microfest diselenggarakan setahun sekali, sejak 2019, dalam format festival mikro. Pada mulanya, Microfest berisi presentasi proses-kreatif sejumlah penulis di Lombok ditambah alih-wahana berdasarkan karya-karya mereka oleh para musisi atau kelompok musik.

Pada perkembangannya, Microfest kemudian menampilkan hasil-hasil telaah atas sejumlah karya penulis terdahulu yang telah dipilih melalui bingkai tema tertentu, masih ditambah hasil alih-wahana karya-karya tersebut, tapi bukan ke bentuk musik, melainkan ke bentuk seni rupa.

“Offschool: Kelas Luar Sekolah adalah acara khusus, yang menyambungkan Offschool dan Forum Ketjil dalam satu rangkaian. Kami memilih para penulis yang pernah berproses dalam Offschool, maupun yang pernah terlibat dengan program Akarpohon lainnya, guna mengikuti kelas lanjutan selama dua hari yang bakal diampu oleh penulis-penulis berpengalaman di Indonesia. Setelah itu kami mengundang para penulis tersebut dalam Forum Ketjil yang dapat dihadiri dan diikuti publik umum. Acara tersebut akan berlangsung pada, Kamis-Sabtu, 9-11 Oktober 2025 di dua lokasi yang berbeda,” jelas Gilang.

Offschool: Kelas Luar Sekolah menjadi bagian dari pertumbuhan program komunitas guna merengkuh tujuan: tumbuhnya ruang-hidup kesusastraan yang wajar, berlangsungnya distribusi dan sirkulasi pengetahuan, serta berkembangnya kebiasaan berpikir kritis dan terbuka.

Penyelenggaraan Offschool: Kelas Luar Sekolah mendapat dukungan dari Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui program Penguatan Festival Sastra. (gil)

- Advertisement -

Berita Populer