24.5 C
Mataram
Selasa, 3 Februari 2026
BerandaLombok TimurHarga Cabai Rawit Hijau Anjlok, Petani di Lotim Beralih Tanam Padi

Harga Cabai Rawit Hijau Anjlok, Petani di Lotim Beralih Tanam Padi

Lombok Timur (Inside Lombok) – Harga cabai rawit hijau di tingkat petani di Lombok Timur (Lotim) turun drastis hingga menyentuh Rp7 ribu per kilogram. Penurunan harga tersebut membuat sebagian petani memilih beralih menanam padi karena biaya tanam dan pemeliharaan cabai dianggap terlalu tinggi.

Salah seorang petani di Desa Aik Dewa, Saipudin Zohri, mengatakan bahwa pada musim tanam sebelumnya ia menanam cabai rawit hijau di lahan seluas 12 are. Dari panen pertama, ia memperoleh hasil dua kwintal cabai, namun harga jualnya tidak sebanding dengan biaya produksi. “Pada saat panen pertama hingga keempat itu hasilnya lumayan banyak, tapi rata-rata memang selama ini hasil panen kita sedikit di atas itu,” ujarnya, Rabu (15/10).

Menurut Saipudin, rendahnya harga cabai membuat petani berpikir ulang untuk menanam kembali komoditas tersebut. Ia menilai perawatan cabai membutuhkan biaya besar dan tenaga ekstra, sementara hasil jual saat ini belum menguntungkan. “Habis panen cabai kemarin, saya kali ini menanam padi. Soalnya biaya pemeliharaannya itu lumayan tinggi dan butuh perhatian ekstra, jadi harga saat ini juga yang buat kita mikir tanam cabai lagi,” jelasnya.

Ia menambahkan, hasil panen cabai biasanya dibeli oleh pengepul atau tengkulak, namun jika harga terlalu rendah, petani lebih memilih menjual langsung ke warga sekitar. “Kalau harga turun drastis kita jual eceran, karena harganya bisa lebih tinggi sedikit di bawah harga pasaran ketimbang dijual ke pengepul,” pungkasnya.

Saat ini petani di wilayah tersebut menunggu stabilisasi harga cabai agar komoditas ini kembali layak untuk ditanam pada musim berikutnya.

- Advertisement -

Berita Populer