Mataram (Inside Lombok) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mengumpulkan seluruh kepala dapur Makanan Bergizi Gratis(MBG) pada Senin (13/10) untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan bagi siswa sesuai standar kesehatan dan baku mutu yang berlaku. Dari 32 dapur MBG yang ada, baru satu yang mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. Emirald Isfihan, mengatakan sebanyak 32 dapur MBG telah terdata, dengan 27 di antaranya sudah beroperasi. “Tadi kita sudah mengecek keberadaan secara resmi SPPG itu sendiri. Itu harus diketahui oleh Pemkot Mataram. Tadi kita mendapatkan sudah ada 32 dapur MBG per tanggal 13 Oktober ini,” ujarnya.
Emirald menyebut bahwa SLHS menjadi salah satu persyaratan utama bagi dapur MBG dan baru satu dapur yang telah memilikinya. “SLHS ini persyaratan yang baru ditetapkan oleh pemerintah pusat. Jadi yang lain masih berproses,” katanya. Ia menambahkan, penerbitan SLHS merupakan kewenangan Dinas Kesehatan masing-masing daerah dan diberikan waktu hingga akhir Oktober untuk pengurusan secara manual.
Untuk memenuhi persyaratan SLHS, Dinas Kesehatan telah memberikan pelatihan bagi petugas penjamah makanan dan memeriksa sampel air yang digunakan, baik dari PDAM maupun sumur. Selain itu, dilakukan pemeriksaan Rectal Swab terhadap petugas dapur untuk mendeteksi kemungkinan infeksi atau penyakit.
“Itu sudah dilakukan. Teman-teman dari Dinas Kesehatan dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) sudah turun setiap hari melakukan pemeriksaan,’’ terangnya.
Dinas Kesehatan menargetkan seluruh dapur MBG di Kota Mataram sudah memiliki SLHS pada minggu ketiga Oktober. “Selama SPPG ini mampu memberikan persyaratan-persyaratan yang memang sudah lengkap, maka akan kita terbitkan itu,” jelas Emirald. Meski demikian, dapur yang belum memiliki SLHS masih diperbolehkan beroperasi dengan batas waktu satu bulan untuk melengkapi sertifikat sesuai surat edaran Kementerian Kesehatan.
Koordinator Wilayah SPPG Kota Mataram, Hermawan Riadi, menegaskan bahwa seluruh dapur MBG kini sudah mulai memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan. “Sekarang sudah terselesaikan dari masalah yang kemarin timbul. Sudah tidak ada permasalahan untuk pengurusan SLHS di setiap dapurnya,’’ ujarnya.

