Lombok Tengah (Inside Lombok) – Sebuah video viral memperlihatkan anggota DPRD NTB berinisial LN bersama sejumlah orang mengamuk di kantor Debt Collector PT Lombok Nusantara Indonesia (LNI) di Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah. Insiden tersebut diduga dipicu oleh pencabutan mobil milik adik LN.
Dalam video berdurasi 1 menit 12 detik itu, LN terlihat bersama dua pria lainnya yang memegang kayu dan senjata tajam sambil mengancam akan memukul anggota debt collector. Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Lombok Tengah atas dugaan penganiayaan.
Kapolres Lombok Tengah AKBP Eko Yusmiarto membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut dan memeriksa beberapa saksi. “Laporannya sudah kita terima kemarin, kita sudah melakukan pemeriksaan tiga orang saksi. Selanjutnya kita akan kembangkan,” ujarnya, Senin (20/10).
Eko menambahkan, pihak kepolisian telah mengantongi sejumlah alat bukti berupa foto dan video saat peristiwa terjadi. “Kalau memang cukup bukti, kita akan lanjutkan ke penyidikan,” katanya.
Meski demikian, Eko menyebut pihaknya belum dapat memaparkan kronologi secara detail karena masih terdapat beberapa versi keterangan dari pelapor maupun terlapor. “Kronologinya aslinya belum kita ketahui, setelah kita gelar nanti baru muncul versi masing-masing. Apakah ada keterlibatan anggota DPRD NTB, kita masih dalami juga,” tandasnya.
Kapolres juga mengimbau masyarakat agar tidak takut terhadap debt collector yang bekerja secara resmi, serta mengingatkan agar pihak penagih utang tidak melakukan tindakan yang meresahkan warga. “Mereka debt collector memang punya pekerjaan, bukan premanisme. Yang meresahkan itu hanya oknum-oknum saja,” ujarnya.

