31.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaMataramLaut Senja: Panggung Musik untuk Perayaan Kebebasan dan Kejujuran Manusia

Laut Senja: Panggung Musik untuk Perayaan Kebebasan dan Kejujuran Manusia

Mataram (Inside Lombok) – Senja dan Eks Bandara Selaparang akan terbungkus dalam satu perayaan. Di Lombok, Minggu, 26 Oktober 2025, panggung Laut Senja: Perayaan Manusia akan berdiri sebagai ruang bagi musik, seni rupa, dan kejujuran manusia. Nantinya, gelaran ini akan menghadirkan .Feast & Company, Feby Putri, Nadhif Basalamah, Goyoung, Sundancer, dan Pelita Groove. Serta, karya dari sejumlah perupa dan sastrawan yang telah dikurasi oleh panitia.

“Nama konser ini diambil dari makna kebebasan. Laut berarti bebas, senja juga bebas, tapi dalam cara yang lebih lembut, yaitu tempat merefleksikan diri. Saya berharap penonton tak hanya datang untuk berjingkrak, melainkan juga menumpahkan perasaan yang selama ini dipendam,” kata Anbo Onthoceno, promotor acara dalam konfrensi pers, Rabu, (22/10). Rekan penyelenggara, Muhammad Ariq Baihaqqi, menambahkan bahwa Laut Senja bukan dirancang sebagai festival musik semata. “Ini perayaan. Kami ingin menciptakan suasana di mana orang bisa mengekspresikan isi hatinya,” kata Ariq menambahkan.

Untuk menjaga kebersihan, panitia bekerja sama dengan Koperasi Angkasa Pura dan warga sekitar. Beberapa titik tempat sampah akan disebar di area konser. Hingga pekan ini, 3.000 tiket sudah terjual dari target 5.000–6.000 tiket. Ariq mengatakan, sekitar 30 tenant UMKM telah terisi hingga 80 persen dan panitia juga memberi ruang bagi pedagang kaki lima agar ikut merasakan dampak ekonomi acara.

Nuansa seni juga ikut menyelinap di dalamnya. Kurator Wang Arzaki menyiapkan lorong pameran berisi 20 karya—lukisan, karya digital, hingga puisi—yang akan dilewati penonton sebelum memasuki area utama. “Kami ingin emosi penonton lebih kaya sebelum menonton pertunjukan musik,” kata Wang. Karya-karya itu datang tak hanya dari Lombok, tapi juga dari Jakarta dan kota lain. Menurutnya, menghadirkan pameran seni rupa di tengah konser musik adalah hal yang tak biasa, tapi justru di situ letak pesonanya.

Bagi Decky Jaguar, vokalis Sundancer, panggung ini terasa seperti ajang reuni. “Dua tahun kami tak manggung. Sekarang waktunya kembali,” katanya. Ia menyebut Laut Senja sebagai kesempatan untuk menguji diri setelah jeda panjang. Sundancer akan tampil berkolaborasi dengan Pelita Groove. “Saya penasaran bagaimana mereka membawakan lagu kami. Ini bentuk penghormatan dan saling dukung antara musisi NTB,” ujarnya.

Lalu Rifki Ramadan, penabuh drum Pelita Groove, menyebut kolaborasi itu sebagai kebahagiaan tersendiri. “Kami senang bisa satu panggung dengan Sundancer. Banyak lagu kami bicara tentang senja, sehingga cocok juga dengan tajuk acara. Energinya akan sangat berbeda,” katanya. Rifki menambahkan, Pelita Groove baru saja kembali dari Synchronize Fest di Jakarta dan siap membawa semangat baru ke Lombok.

Meski urutan penampil belum diumumkan secara resmi, Anbo mengatakan Sundancer dan Pelita akan tampil di sore hari bersama Feby Putri. Decky sempat mengungkapkan keresahan karena band Lombok sering ditempatkan di awal rundown, seolah-olah asal dihadirkan belaka. “Kami ingin ada keberanian dari para penyelenggara untuk menabrak pola itu,” katanya. Rifki sependapat, tapi menegaskan bahwa urutan di panggung tak akan mengubah semangat mereka untuk tampil maksimal.

Di bawah langit yang berwarna jingga, Laut Senja ingin menjadi ruang tempat manusia merayakan kebebasannya—dengan musik, seni, dan kejujuran yang dibiarkan mengalir seperti laut pada senja hari. (gil)

- Advertisement -

Berita Populer