25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaDaerahNTBNTB Jadi Pusat Percontohan Pengembangan Ekonomi Syariah, Menag Buka IES Forum dan...

NTB Jadi Pusat Percontohan Pengembangan Ekonomi Syariah, Menag Buka IES Forum dan Expo 2025 di Mataram

Mataram (Inside Lombok) – Menteri Agama (Menag) RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, membuka secara resmi Indonesia Ekonomi Syariah (IES) Forum dan Expo 2025 di Islamic Center (IC) Hubbul Wathan Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (23/10/2025). Kegiatan ini menjadi forum strategis yang mempertemukan pelaku, akademisi, praktisi, dan pengambil kebijakan ekonomi syariah dari seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Menag Nasaruddin Umar menjelaskan bahwa NTB dipilih sebagai lokasi IES-Expo 2025 karena keberaniannya dalam mengedepankan pengembangan ekonomi syariah. “NTB adalah provinsi yang paling berani untuk mengedepankan perkembangan ekonomi syariah dan perbankan yang paling cepat dan spesifik untuk proaktif berubah,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa Bank Pembangunan Daerah (BPD) NTB merupakan salah satu bank daerah pertama yang bertransformasi menjadi bank syariah, menjadikan NTB sebagai pilot project pengembangan IES.

Menag menegaskan bahwa pengembangan ekonomi syariah tidak berarti upaya syariahtisasi atau perubahan sistem negara. “Tidak sama sekali. Tetap kita adalah negara Pancasila. Tapi ada sebuah prospek ke depan yang perlu kita garap,” katanya. Ia mencontohkan Inggris, Jepang, dan Thailand sebagai negara non-muslim yang aktif mengembangkan industri halal karena potensinya menarik investor global. Negara-negara Barat bahkan kini memperhatikan potensi pasar muslim dunia yang mencapai 1,3 miliar jiwa.

Menurut Menag, Indonesia merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi setelah Tiongkok, dengan stabilitas politik dan ekonomi yang kuat. Ia menyebut Indonesia sebagai negara mayoritas muslim yang toleran, moderat, dan menjunjung kebhinekaan. Menag juga menyoroti berbagai program nasional seperti penyediaan makanan bergizi gratis, pengembangan sekolah rakyat, dan pembangunan perumahan nelayan sebagai bukti kemajuan Indonesia di tengah tantangan global.

Lebih lanjut, Menag menjelaskan bahwa IES bertujuan membangkitkan potensi besar ekonomi umat yang selama ini belum tergarap maksimal. “Konsep ini adalah raksasa besar yang sedang tidur,” katanya. Potensi tersebut mencakup pengelolaan infak, sedekah, wakaf, hibah, wasiat, fidiyah, hingga pemberdayaan ekonomi berbasis masjid, sebagaimana pada masa Rasulullah SAW ketika masjid menjadi pusat kegiatan ekonomi umat.

Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Damayanti Putri, dalam sambutannya menyebut IES Forum dan Expo 2025 sebagai momentum penting untuk memperkuat kolaborasi pengembangan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan. “Keberhasilan ekonomi diukur bukan hanya dari angka pertumbuhan, tetapi juga dari keberkahan dan manfaat sosial bagi masyarakat,” ujarnya. Ia menegaskan komitmen NTB untuk menjadi pusat ekonomi syariah di Indonesia Timur melalui pemberdayaan ekonomi pesantren, pengembangan produk halal, inovasi keuangan syariah, dan optimalisasi zakat, infak, serta wakaf.

Acara pembukaan turut dihadiri oleh Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Damayanti Putri, Ketua PTPKK Provinsi NTB Ibu Sinta M. Iqbal, Forkompinda Provinsi NTB, Kakanwil Kemenag Provinsi NTB H. Zamroni Aziz, Duta Besar Republik Arab Suriah H.E. Mr. Abdulmonem Annaan, Duta Besar Republik Azerbaijan H.E. Mr. Rsmli Rzayev, Pj. Sekda NTB Lalu Muhammad Faizol, Direktur Eksekutif Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Direktur Utama Istiqlal Fund Ahsanul Haq, Forum Kakanwil Kemenag se-Indonesia, dan Rektor UIN Mataram Prof. Dr. Masnun Thahir.

- Advertisement -

Berita Populer