Lombok Utara (Inside Lombok) – Sepanjang tahun 2025, Kabupaten Lombok Utara (KLU) mencatat 109 kasus kecelakaan lalu lintas hingga September. Berdasarkan data Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres KLU, mayoritas korban kecelakaan berasal dari kelompok usia muda atau remaja.
Dari total kasus tersebut, tercatat 16 orang meninggal dunia, satu orang mengalami luka berat, dan 137 orang mengalami luka ringan. Kerugian material akibat insiden-insiden tersebut diperkirakan mencapai Rp60.700.000. Kasus tertinggi terjadi pada bulan Juli dan September, masing-masing dengan 15 dan 13 kejadian.
Kapolres KLU melalui Kasat Lantas Polres KLU, AKP Belly Rizaldy Nata Indra, Selasa (28/10), menjelaskan bahwa banyak kecelakaan fatal melibatkan remaja akibat pelanggaran aturan dasar berkendara. “Banyaknya kecelakaan fatal ini melibatkan anak muda, karena melanggar aturan dasar berlalu lintas. Kadang-kadang dia tidak menggunakan helm, bonceng tiga, terus kalau malam Minggu trek-trekan,” ujarnya.
Ia menambahkan, berbagai upaya preventif telah dilakukan, mulai dari razia, peneguran, hingga sosialisasi di sekolah-sekolah. Namun, sebagian masyarakat masih mengabaikan imbauan tersebut. “Kita sudah melakukan himbauan sampai ke ojek di pasar, pemasangan banner himbauan di setiap titik rawan kecelakaan. Tujuannya agar masyarakat bisa lebih berhati-hati dalam berkendara,” imbuhnya.
Selain pelanggaran lalu lintas, faktor penyebab kecelakaan juga disebabkan oleh ketidakmampuan pengendara mengendalikan kendaraan. Banyak pengendara dinilai belum menguasai teknik dan etika berkendara yang baik. “Kebanyakan di antara mereka punya motor, tetapi bisa menggunakan motornya sampai sejauh mana? Pengendalian motornya itu gimana? Itu yang belum dikuasai. Untuk itu kembali ke kesadaran masyarakat, terutama anak muda,” jelasnya.
AKP Belly mengimbau masyarakat agar meningkatkan kehati-hatian saat berkendara, mematuhi aturan lalu lintas, serta selalu menggunakan helm. Ia juga menyarankan agar pengendara yang merasa lelah beristirahat di pom bensin atau rest area. “Jalanan di KLU ini sudah bagus, lebar juga, penerangan jalannya lumayan banyak. Hanya saja perlu lebih berhati-hati lagi dalam berkendara,” pungkasnya. (dpi)

