Lombok Utara (Inside Lombok) – Dinas Pariwisata (Dsipar) Kabupaten Lombok Utara (KLU) optimistis target satu juta kunjungan wisatawan dapat tercapai pada akhir tahun 2025. Optimisme ini didasari tren positif sektor pariwisata di KLU yang terus menunjukkan peningkatan signifikan sepanjang tahun. Hingga saat ini, jumlah kunjungan wisatawan telah mencapai 661.233 orang.
“Data kunjungan terakhir kami sudah 661.233. Jika kita membandingkan dengan tahun lalu, Insya Allah target satu juta kunjungan wisatawan akan bisa tercapai,” ujar Kepala Dispar KLU, Dende Dewi Tresni Astuti, Selasa (28/10).
Menurutnya, meskipun peningkatan kunjungan tidak melonjak drastis dalam satu bulan, pola pergerakan wisatawan kini lebih stabil dibandingkan tahun sebelumnya. “Peningkatan ada, walaupun tidak terlalu signifikan. Karena polanya sekarang itu stabil, tapi tetap ada pergerakan,” jelasnya.
Dende juga menyoroti peluang besar yang belum tergarap optimal dari momentum ajang MotoGP Mandalika pada awal Oktober lalu. Ia menilai kawasan Tiga Gili (Trawangan, Meno, Air) seharusnya bisa menjadi pasar utama bagi penonton MotoGP yang berwisata di NTB. “Ketika kita berpikir mempromosikan pengunjung MotoGP dari luar agar mereka datang, padahal ada potensi penonton yang sudah ada di kawasan Tiga Gili maupun di daratan Lombok Utara,” ungkapnya.
Ia mencontohkan, jika diasumsikan terdapat 3.000 kunjungan di kawasan Gili dan 1.500 di antaranya berangkat ke Mandalika setiap hari selama ajang berlangsung, maka dampaknya akan sangat signifikan bagi ekonomi daerah. “Sayangnya, untuk tahun ini harapan itu belum bisa terlaksana,” katanya.
Untuk tahun mendatang, Dispar KLU berencana menggandeng berbagai pihak, termasuk Dispar Provinsi NTB, guna merancang paket wisata terpadu yang mendorong wisatawan memperpanjang masa tinggal (length of stay). “Kita akan menjual paket agar wisatawan nanti berkunjung ke Mandalika untuk menonton, tetapi mereka akan balik lagi ke Gili. Jadi pengaruhnya ke long stay-nya,” ujarnya.
Evaluasi dari pelaksanaan MotoGP sebelumnya menunjukkan bahwa sebagian besar penonton baru melanjutkan kunjungan wisata ke Tiga Gili setelah rangkaian balap selesai. Dende berharap koordinasi pelaksanaan MotoGP tahun depan dapat lebih matang agar dampak ekonominya terhadap KLU bisa lebih optimal.
“Fokus kami bukan pada pembalap, tapi pada penonton. Setelah race selesai, baru mereka melanjutkan berkunjung,” pungkasnya.

