31.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaLombok TimurSekitar 145 Ribu Warga Lotim Masuk Kategori Miskin Ekstrem, Pemda Fokus Pengentasan

Sekitar 145 Ribu Warga Lotim Masuk Kategori Miskin Ekstrem, Pemda Fokus Pengentasan

Lombok Timur (Inside Lombok) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mencatat sekitar 145 ribu jiwa dari total 1,4 juta penduduk masuk dalam kategori miskin ekstrem atau desil 1. Kondisi ini menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan ekstrem melalui program yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

Wakil Bupati Lotim, Moh. Edwin Hadiwijaya, menyampaikan hal tersebut saat menghadiri kunjungan Islamic Relief (IR) di Desa Puncak Jeringo, Rabu (29/10). Dalam kesempatan itu, ia memberikan apresiasi atas kontribusi lembaga kemanusiaan internasional tersebut dalam mendukung program pengentasan kemiskinan ekstrem di daerahnya.

“Terima kasih kepada Islamic Relief yang telah memilih Lotim sebagai lokasi program. Kolaborasi ini bisa menjadi pionir dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem, tidak hanya di Lombok Timur, tapi juga di Indonesia,” ujarnya.

Edwin menekankan pentingnya pendampingan dalam setiap program bantuan, agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh penerima manfaat. “Program ini luar biasa karena ada pendampingannya. Kalau hanya menyalurkan bantuan, kita sudah sering, tapi tanpa pendampingan hasilnya tidak maksimal,” tegasnya.

Ia menjelaskan, program pengentasan kemiskinan ekstrem di Lotim berbasis Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk memastikan ketepatan sasaran. Pemerintah daerah juga berencana memperluas sinergi dengan Pemerintah Provinsi NTB guna memperbesar dampak program. “Ke depan, kami ingin sinergi dengan provinsi agar pengentasan kemiskinan ekstrem ini bisa diperluas dan hasilnya lebih nyata,” katanya.

Program yang dijalankan Islamic Relief menggunakan pendekatan graduasi, yaitu metode yang menggabungkan prinsip bantuan sosial, pemberdayaan, dan keberlanjutan. Pendekatan ini diharapkan mampu menekan angka kemiskinan ekstrem secara signifikan, sejalan dengan target nasional untuk menurunkannya di bawah 0,5 persen menuju visi Indonesia Emas 2045.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Managing Director BRAC Ultra Poor Graduation Initiative, Country Lead BRAC Indonesia, CEO Islamic Relief Indonesia, serta jajaran pejabat daerah, perangkat desa, dan masyarakat setempat.

- Advertisement -

Berita Populer