25.5 C
Mataram
Jumat, 6 Februari 2026
BerandaAdvetorialFEB UI Gelar FGD Penguatan Kapasitas BUMDes dan Kopdes di NTB

FEB UI Gelar FGD Penguatan Kapasitas BUMDes dan Kopdes di NTB

Mataram (Inside Lombok) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia melakukan pengabdian kepada masyarakat di NTB. Bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DPMPD Dukcapil) Provinsi NTB menggelar kegiatan yang dilakukan dengan menggelar focus group diskusi (FGD) di kantor Badan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi NTB.

FGD yang digelar dengan melibatkan koperasi desa (Kopdes), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan mitra Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto, MBG masih belum banyak melibatkan BUMDes.

“Kami ini memberikan semacam literasi kepada BUMDes dan Kopdes yang baru dibentuk ini terkait dengan peluang-peluangnya apa saja yang bisa mereka jajaki,” kata Dosen Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Desti Fitriani, Senin (28/7) siang.

Ia mengatakan, Kopdes dan BUMDes memiliki peluang yang cukup besar untuk ikut terlibat di dalam program MBG. Apalagi program MBG saat ini hanya melibatkan orang-orang tertentu. “Kita ingin menyasar ini ke lingkup yang paling bawah bisa ikut merasakan. Makanya kami memberikan pembekalan ini,” ungkapnya.

Sebagai akademisi, ingin berperan dalam memberikan rekomendasi dalam program MBG. Dengan adanya rekomendasi, program ini bisa lebih merangkul masyarakat yang ada di tingkat bawah. “Jadi keterlibatan ini tidak hanya jadi pelengkap saja. BUMDes dan Kopdes ini benar-benar dilibatkan,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DPMPD Dukcapil) Provinsi NTB Teguh Gatot Yuwono menyambut baik FGD yang menyasar Kopdes dan BUMDes di NTB. “Kapan lagi ada kegiatan meningkatkan kapasitas untuk koperasi merah putih yang lebih untuk kemandirian ekonomi lokal,” ujarnya.

Dari kegiatan ini, Kopdes dan BUMDes mendapatkan ilmu yang bisa diaplikasikan selama menjalankan Kopdes dan BUMDes. Apalagi Kopdes merupakan program yang baru saja diluncurkan oleh Presiden RI. “Kopdes ini sesuatu hak yang baru di tahun 2025 ini bisa menjadi sebuah diskusi yabg cukup menarik,” katanya.

Ia berharap, jangan sampai Kopdes yang sudah terbentuk mengundurkan diri. “Karena banyak sekali berita di koran dan media online, setelah dikukuhkan dan diresmikan banyak yang mengundurkan diri. Harapan kami di NTB tidak seperti itu,” katanya.

Ketua Kopdes Semoyang Lombok Tengah, Adi Mangkunegara mengatakan saat ini Kopdes yang dipimpinnya sudah berjalan. Usaha yang dijalankan bersumber dari dana anggota. Dimana, setelah pembentukan modal yang terkumpul sebesar Rp70 juta. “Kami sudah mandiri modal tanpa dari pemerintah. Anggota kami sudah 700 orang dan modal kami sudah Rp70 juta,” katanya.

Usaha yang dijalankan yaitu grosir sembako, pangkalan gas LPG, gerai obat-obatan pertanian, pupuk hingga pengolahan sampah. Namun setelah mengikuti FGD, BUMDes yang dijalankan bisa melebarkan sayap usaha menjadi mitra BGN. “Ini sangat membantu. Kami bisa membaca peluang-peluang,” katanya.

Setelah FDG ini, Kopdes Semoyang Lombok Tengah berencana untuk membangun dapur MBG sendiri. Dengan peluang usaha ini, bisa meningkatkan ekonomi para anggota dan membuka lapangan pekerjaan. “Bahkan akan membuat dapur sendiri,” katanya. (azm)

- Advertisement -

Berita Populer