31.5 C
Mataram
Jumat, 14 Juni 2024
BerandaAdvetorialMahasiswa Teknik Pertanian Unram Ajak Masyarakat Karang Sidemen Manfaatkan Bio-Slurry untuk Pupuk...

Mahasiswa Teknik Pertanian Unram Ajak Masyarakat Karang Sidemen Manfaatkan Bio-Slurry untuk Pupuk Organik

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Mahasiswa MBKM Prodi Teknik Pertanian Universitas Mataram (Unram), yang tergabung dalam program “Membangun Desa” aktif berperan dalam mengembangkan pertanian berkelanjutan di Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah. Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pemanfaatan ampas biogas atau bio-slurry yang dilakukan di Desa Karang Sidemen, Persil, pada 5 Desember lalu.

Proses penanaman cabai dan tomat dengan memanfaatkan bio-slurry sebagai pupuk organik dengan menggunakan limbah slurry ini pun menggagas pemanfaatan slurry sebagai pupuk untuk sayuran dengan polybag. Keterlibatan mahasiswa tidak hanya terbatas pada peningkatan produktivitas pertanian, tetapi juga melibatkan upaya edukasi terhadap masyarakat setempat mengenai manfaat praktik pertanian berkelanjutan.

Manfaat utama rangkaian kegiatan ini adalah peningkatan sanitasi lingkungan dengan berkurangnya bau kotoran ternak. Manfaat lain adalah penghematan pengeluaran rumah tangga baik untuk pembelian pembelian sayuran.

Selanjutnya diharapkan terjadi peningkatan keamanan pangan dan kesehatan masyarakat. Lewat berbagi pengetahuan tentang penggunaan bio-slurry yang dihasilkan dari pengomposan limbah organik, mereka tidak hanya menciptakan tanah yang subur, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan dampak negatif terhadap lingkungan.

- Advertisement -
Penanaman cabai dan tomat untuk bio-slurry di Desa Lantan. (Inside Lombok/Ist)

Selain aspek teknis pertanian, Mahasiswa MBKM Membangun Desa menjalin kolaborasi dengan komunitas lokal untuk memahami kebutuhan dan tantangan yang dihadapi petani setempat. Melalui pembangunan kemitraan yang erat, mereka menciptakan hubungan saling menguntungkan yang berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi lokal.

Praktek pertanian berkelanjutan ini menciptakan sinergi antara ilmu pengetahuan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Mahasiswa MBKM tidak hanya berperan sebagai agen perubahan dalam menghadapi isu-isu pertanian modern, tetapi juga membangun jembatan antara dunia akademis dan masyarakat pedesaan.

Lewat keterlibatan mereka, desa menjadi laboratorium hidup bagi inovasi dan solusi berkelanjutan. Sebagai hasilnya, penanaman cabai dan tomat dengan memanfaatkan bio-slurry di Desa Karang Sidemen mencerminkan komitmen Mahasiswa MBKM Membangun Desa dalam menciptakan dampak positif, mengatasi tantangan pertanian, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa. (r)

- Advertisement -

Berita Populer