Mataram (Inside Lombok) – 21 atlet Mandalika Inline Skate mengikuti kejuaraan sepatu roda tingkat nasional di Semarang. Kejuaraan bertajuk “Champ of the Champ” yang diadakan oleh Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah ini menghadirkan hampir seribu atlet sepatu roda dari seluruh Indonesia.
Para atlet berangkat dari Lombok bersama official dan orang tua yang berjumlah 60 orang. Sebelumnya sudah dilakukan juga audiensi dengan Ibu Walikota Mataram, Kikin Roliskana yang juga mantan atlet sepatu roda, Ketua Koni Mataram, Firadz Pariska dan Ketua Porserosi Kota Mataram, Denny Nizar untuk memberikan semangat kepada atlet yang akan berangkat. Dalam kesempatan itu Ibu Wali Kota juga menyampaikan rencana Kota Mataram akan membangun lintasan sepatu roda antara di RTH Selagalas atau RTH Pagutan.

Dalam kejuaraan tersebut tim dari Mandalika Inline Skate berhasil membawa pulang medali perorangan:
- 8 Medali Emas (Aulia, Kia, Titan, Al, Wimy, Sakha 2 medali, Arka)
- 4 Medali Perak ( Titan, Wimy, Sakha, Maura Kecil)
- 6 Medali Perunggu (Keenan 2 medali, Arka, Wimy, Fanda, Maura kecil)
Juga medali Beregu:
- 4 medali Emas ( Keenan, Rara, Sakha, Arka)
- 2 medali Perak ( Tim Titan-Al-Bintang , Arkan)
- 2 medali Perunggu ( Kia, Nindy)
Medali tersebut diatas diluar medali untuk kelas pemula dan Mixed Rellay Luar jawa yang tentunya banyak diborong tim Mandalika Inline Skate ini. Tidak hanya medali, tapi salah satu atlet bernama Sakha Faiq Syandana dari SD N Model Mataram mendapat predikat Most Valuable Player untuk kelas standar 5-6 SD Putra.
Sepulang dari Semarang klub ini terus fokus ke pembinaan untuk terus mencetak atlet-atlet sepatu roda yang luar biasa di Lombok. Head Coach Mandalika Inline Skate, Yosua Puguh Wibowo yang akrab disapa Kak Yoyo mengaku bahagia dengan hasil yang dicapai.
“Klub Mandalika Inlene Skate ini terbilang masih baru jika dibandingkan klub-klub hebat di Jawa. Ternyata anak-anak kita sudah bisa berbicara banyak di event nasional meski dengan keterbatasan tempat latihan. Lintasan yang seharusnya dia berbentuk bangtrack (ada lengkungannya) sehingga atlet kita perlu penyesuaian untuk main di sini,” ujarnya. (r)

