Lombok Tengah (Inside Lombok) – PT Pertamina Patra Niaga AFT Bandara Internasional Lombok (BIL) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan potensi lokal dan pemberdayaan perempuan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). PT Pertamina Patra Niaga AFT BIL menyalurkan bantuan berupa 5 unit mesin jahit dan 15 alat tenun manual kepada Kelompok Mina Tenun, sebuah kelompok usaha yang terdiri dari 16 orang para pengrajin tenun wanita di Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Kegiatan penyerahan bantuan ini dilaksanakan secara langsung di lokasi kelompok mina tenun dan dihadiri oleh berbagai pihak, antara lain Kepala Desa Sukarara, Kepala Dusun Ketangga, serta Babinsa setempat yang turut memberikan dukungan moral dan apresiasi terhadap program pemberdayaan yang digagas oleh Pertamina Patra Niaga AFT BIL.
Bantuan ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Kelompok Tenun Wanita, yang bertujuan untuk mendukung pelestarian budaya lokal melalui pengembangan industri tenun tradisional, sekaligus meningkatkan kapasitas produksi, keterampilan, serta kemandirian ekonomi para perempuan di Desa Sukarara. Mesin jahit dan alat tenun yang diberikan diharapkan dapat memperkuat kegiatan usaha kelompok, meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi, serta membuka jangkauan pasar yang lebih luas.
Dalam sambutannya, perwakilan dari PT Pertamina Patra Niaga AFT BIL menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat sekitar, sekaligus kontribusi nyata dalam menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan.
“Kami percaya bahwa pemberdayaan perempuan, khususnya melalui sektor kerajinan seperti tenun tradisional, merupakan langkah strategis dalam membangun ekonomi desa. Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan produktivitas kelompok dan membuka jalan menuju kemandirian masyarakat,” ujar Dian Fadhliana selaku Community Development Officer AFT BIL.
Kepala Desa Sukarara, dalam kesempatan yang sama, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh PT Pertamina Patra Niaga AFT BIL. Menurutnya, Desa Sukarara memang dikenal luas sebagai salah satu sentra tenun tradisional di NTB, dan bantuan ini akan sangat membantu dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya serta menggerakkan roda ekonomi masyarakat, terutama kaum ibu yang menggantungkan penghasilan dari usaha menenun.
“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan kontribusi PT Pertamina Patra Niaga AFT BIL terhadap masyarakat desa kami khususnya di Desa Ketangga ini. Ini bukan hanya bantuan alat, tetapi juga investasi terhadap masa depan para perempuan pengrajin dan pelestarian budaya lokal,” ungkap Saman Budi.
Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan secara simbolis alat-alat produksi kepada perwakilan Kelompok Mina Tenun, disertai dengan sesi foto Bersama serta dialog singkat antara pihak AFT BIL, aparat desa dan anggota kelompok mina tenun. Nuansa kekeluargaan dan semangat kebersamaan sangat terasa dalam kegiatan tersebut.
Dengan adanya dukungan yang diberikan PT Pertamina Patra Niaga AFT BIL baik dalam hal sarana prasarana maupun pelatihan peningkatan kapasitas, diharapkan lebih banyak lagi kelompok masyarakat yang dapat terbantu untuk kemandirian dan peningkatan kesejahteraannya. Desa Sukarara, yang selama ini menjadi ikon tenun Lombok, kini mendapat semangat baru untuk terus berkembang sebagai desa kreatif berbasis budaya lokal. (dpi)

