Mataram (Inside Lombok) – Dinas Pariwisata Provinsi NTB kembali menggelar event Pesona Khazanah Ramadan. Tahun ini, mengusung tema nasional halal fair di negeri 1000 masjid yang dimulai 7 – 21 Maret 2025.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Jamaludin Malady mengatakan konsep yang diusung tahun 2025 ini masih sama. Puluhan lapak yang disiapkan tidak hanya untuk para UMKM binaan melainkan juga PKL dan pedagang asongan. “Suasana Khazanah Ramadan ini seperti pesta rakyat,” katanya Kamis (6/3) pagi.
Ia menyebutkan, jumlah tenda yang disiapkan yaitu mencapai 45 unit. Di masing-masing tenda nantinya akan diisi oleh dua pelaku usaha. Sehingga total UMKM yang akan diakomodir yaitu mencapai 90 pelaku usaha. “Tahun ini kita menyiapkan 45 tenda isi oleh 85 pelaku UMKM. Pelaku usaha dibidang kuliner dan sebagian di bidang non kuliner,” ujarnya.
Untuk memeriahkan khazanah Ramadan ini, Dinas Pariwisata Provinsi NTB juga bekerjasama dengan Dinas Perdagangan Kota Mataram. Karena nantinya, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan operasi pasar murah. “Tahun ini melibatkan Pemkot Mataram pelaku UMKM dari binaan Dinas Perdagangan Kota Mataram. Ada pasar murah selama pelaksanaan event berlangsung,” katanya.
Selama kegiatan pesona khazanah Ramadan, Pemprov NTB menargetkan jumlah transaksi mencapai Rp4 miliar. Jumlah ini meningkat dari nilai transaksi tahun 2024 lalu mencapai hampir Rp3 miliar. “Target harus lebih banyak dari tahun kemarin. Dengan sistem yang kita buat akan terwujud. Kita akan maksimalkan karena nanti setiap transaksi menggunakan Qris,” katanya.
Untuk meningkatkan jumlah kunjungan, Pemprov NTB juga mengundang tiga imam dari timur tengah. Ketiga imam ini nantinya akan mulai memimpin shalat tarawih di Islamic Center Mataram pada minggu kedua. “Nanti mulai mengisi pada Minggu kedua, ketiga dan keempat dari timur tengah. Suasana seperti tarawih di Makkah atau Madinah,” katanya.
Selain kuliner dan operasi pasar, berbagai kegiatan pameran juga akan memeriahkannya. Misalnya, lomba menulis mushaf al-Quran yang digelar secara nasional. Masing-masing provinsi menonjolkan khas daerahnya.
Tidak itu saja, akan ada e-sport untuk memberikan ruang kepada para pelajar mengisi hari-hari selama bulan Ramadan. Aturan dalam rangkaian kegiatan ini, peserta tidak diperbolehkan mengeluarkan kata-kata kotor.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan UMKM Provinsi NTB, Ahmad Mashuri mengatakan puluhan lapak yang disiapkan bersifat gratis. Para pelaku usaha yang ikut terlibat sudah dikurasi dan dipastikan makanan yang dijual aman. “Pelaku usaha yang ikut sudah pengalaman mengikuti kegiatan dan produknya aman,” katanya. (azm)

