11.727 Unit Rumah Warga Korban Gempa di NTB Belum Tersentuh

Penyerahan kunci rumah tahan gempa di desa Teratak Batukliang Utara, Rabu (22/7/2020). (Inside Lombok/Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Hingga saat ini, jumlah rumah tahan gempa yang telah terbangun di NTB mencapai 199.235 unit.

Dengan rincian rumah kategori rusak berat sebanyak 64.861 unit. Kemudian rusak sedang sebanyak 30.668 unit dan rusak ringan sebanyak 103.706 unit.

Pada Rabu (22/7/2020) pagi, Pangdam IX Udayana, Mayor Jenderal Kurnia Dewantara menyerahkan sebanyak 3.500 kunci rumah tahan gempa yang sudah selesai dibangun untuk ditempati oleh warga di Desa Teratak Kecamatan Batukliang Utara.

“Laporan yang diterima, rumah dibangun dengan konstruksi khusus. Mudahan ini bisa antisipasi (kerusakan) kalau terjadi gempa lagi”,kata Pangdam IX Udayana, Mayor Jenderal Kurnia Dewantara di Desa Teratak.

Sementara itu, rumah yang sedang dalam proses pengerjaan pembangunan sebanyak 14.505 unit. Di mana, 9.846 unit di antaranya rusak berat. Sebanyak 1.774 unit rusak sedang dan 2.885 unit rusak ringan.

“Pengerjaan masih berlangsung. Tahap tiga tinggal finishing dan sudah mulai ditempati warga”, ulasnya.

Adapun sisa rumah warga korban gempa yang belum tersentuh mencapai 11.727 unit. Dikatakan bahwa 11 ribu lebih unit rumah yang belum terbangun tersebut karena masih menunggu aturan instruksi presiden (inpres) terkait dengan pengerjaan pembangunannya.

“Ini target secepatnya karena masih menunggu inpres yang mungkin diturunkan dalam waktu dekat”,imbuhnya.

Inpres itu juga akan menjadi acuan pembentukan fasilitator pembangunan rumah tahan gempa yang sudah habis masa kontraknya.

Pihaknya menerjunkan seribu orang personil untuk membantu pembangunan rumah warga korban gempa ini. Khusus di Lombok Tengah jumlahnya sebanyak dua pleton.

“Di samping itu ada fasilitator yang membantu masyarakat untuk mengatur pembangunan itu 1000 orang termasuk TNI juga”,ujarnya.