14 Kecamatan di Lotim Terdampak Kekeringan

Lombok Timur (Inside Lombok) – Memasuki musim kemarau, beberapa kecamatan sudah diusulkan masuk ke dalam daftar daerah kekeringan yang akan mendapat suplai air bersih dari BPBD Lotim. 14 kecamatan di Lotim sudah masuk daftar.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lotim, Lalu Rusnan mengatakan sampai dengan saat ini sebanyak 14 kecamatan yang telah diusulkan oleh camat setempat menjadi titik daerah kekeringan.

“Itu masih usulan dari camat setempat, kita dari BPBD akan turun langsung ke daerah tersebut untuk melihat kondisinya,” ucapnya.

14 kecamatan yang sudah masuk daftar pengusulan titik kekeringan yaitu Jerowaru, Keruak, Sakra Timur, Sembalun, Sambelia, Suela, Terara, Aikmel, Sikur, Montong Gading, Sakra, Lenek, Suralaga dan Selong.

“Dari kecamatan hanya beberapa desa saja yang mengalami kekeringan, itupun belum final datanya, ” cetusnya.

Survei yang akan dilakukan BPBD pada daerah yang diusulkan terdampak kekeringan untuk mengetahui penyebab kekeringan di daerah tersebut. Adanya kekeringan di berbagai wilayah tersebut, tidak serta merta karena adanya faktor geoligis.

“Seperti di Sembalun, kekeringan tersebut disebabkan karena terputusnya saluran air tersebut,” katanya.

Sementara untuk beberapa wilayah yang merupakan langganan terdampak kekeringan setiap tahunnya seperti Kecamatan Jerowaru, Keruak, Suela, Terara, Sambelia, dan Sakra Timur. Diberikan penanganan khusus jangka panjang seperti pembuatan sumur bor.

“Kita dari BPBD sudah siap dalam penanganan kekeringan di Lotim,” cetusnya.

Anggaran penanganan darurat kekeringan sudah disiapkan Pemkab Lotim dengan menggunakan dana tak terduga.

“Insyaallah dana yang kita siapkan cukup untuk penanganan darurat kekeringan di Lotim,” singkatnya.

Lanjut Rusnan, data tersebut belum final sebelum pihak BPBD melakukan survey ke lokasi yang diajukan. Data tersebut bisa bertambah dan bisa juga berkurang. Pihak BPBD sendiri sudah siap dalam mengatasi masalah darurat kekeringan di Lotim.