200 KK di Dusun Serero Terisolasi Akibat Jalan Rusak

Lombok Barat (Inside Lombok) – Terdapat 200 kepala keluarga (KK) yang berjumlah sekitar 500 hingga 600 jiwa di Dusun Serero, Desa Sekotong Tengah. Mereka hidup di perbukitan dan seolah terisolasi. Lantaran kondisi jalan di dusun mereka yang rusak parah dan hingga kini tidak kunjung diperbaiki pemerintah.

Jalan sepanjang kurang lebih 3 kilometer tersebut belum mendapat sentuhan program perbaikan dari Pemda Lobar sendiri. Yang mana hingga saat ini, persoalan tersebut hanya dilakukan oleh pemerintah desa.

“Saya selaku DPRD Dapil II Sekotong-Lembar, berharap supaya pembangunan jalan di dusun Serero ini bisa jadi pembangunan prioritas oleh Pemda tahun depan” ucap H. Hamdi, anggota DPRD dari fraksi PKB dari Dapil II Sekotong-Lembar.

Ia pun mengetahui bagaimana penderitaan masyarakat dusun Serero, terlebih ketika musim hujan. Di mana kondisi jalan kian parah. Hal itu pun sudah berlangsung lama, tetapi hingga kini Pemda belum melakukan tindakan perbaikan.

“Padahal itu pengaruhnya jadi mempersulit akses warga, seperti anak-anak yang pergi ke sekolah. Bahkan orang yang mau melahirkan harus ditandu karena mobil tidak melewati jalan itu. Bahkan sampai ada yang meninggal sebelum sampai di rumah sakit” ungkapnya.

Hal-hal mendesak itu yang kemudian, mendasari ia dengan tegas mendesak Pemda untuk dapat secepatnya menangani persoalan tersebut.

“Saya siap untuk mengawal persoalan ini sampai tuntas” tandasnya.

Karena lanjut dia, jika harus mengandalkan program Pokir (pokok pikiran) dewan untuk membangun jalan tersebut dirasa tidak mencukupi. Mengingat jalan yang butuh perbaikan segera itu panjangnya sekitar 3 kilometer.

“Pokir cuma cukup untuk kita bantu berdayakan kelompok tani masyarakat di sana, program lainnya untuk pemberdayaan dusun” ungkapnya.

Ia menuturkan bahwa kondisi jalan sudah seperti itu, sejak kawasan tersebut dihuni oleh warga. Namun hingga saat ini, Pemda belum melakukan pembangunan jalan di kawasan tersebut.

“Itu kalau ditangani, paling di beberapa titik saja yang dirasa rusak parah dan itu pun pakai dana desa” tandasnya.

Sehingga ia menyebut akan terus mengawal hak tersebut hingga Pemda dapat membangunkan jalan supaya warga Serero tersebut juga dapat merasakan fasilitas yang sama seperti masyarakat lainnya.  Termasuk dapat merasakan kemudahan untuk melakukan aktivitas lainnya.

“Sejak awal dihuni masyarakat, jalan itu belum dibangun sama sekali” sebutnya.

Sejauh ini, selain jalan, fasilitas air bersih pun sudah mulai berjalan di dusun tersebut itu pun melalui program Pasimas. Begitupun dengan aliran listrik, sejauh ini sudah ada yang tersambung dan itu pun diupayakan melalui swadaya masyarakat setempat. Walaupun belum menyala secara keseluruhan.

Jika persoalan jalan tersebut tidak kunjung menemukan kejelasan dari Pemda. Masyarakat dusun Serero sudah lama berencana untuk melakukan hearing ke Dewan dan Pemda.

Menanggapi persoalan tersebut, Kadis PUPR Lobar, Made Arthadana mengaku bahwa hingga saat ini Pemda terus mengupayakan supaya jalan di dusun tersebut dapat segera terbangun.

“Tapi itu nanti sepertinya statusnya jalan desa, nanti saya cek lebih lanjut” sebutnya.