Mataram (Inside Lombok) – Di dalam malam master plan, jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada PON 2028 sebanyak 47. Dari jumlah ini, Provinsi NTB meminta sebanyak 27 cabang olahraga (cabor).
“Di dalam master plan kita minta 47 cabor. Kita minta 27 cabor di NTB,” kata Ketua umum Provinsi NTB, H. Mori Hanafi, Rabu (25/6) siang.
Ia mengatakan, dari 27 cabor yang akan dipertandingkan di NTB, Gubenur NTB H. Muhammad Iqbal minta agar cabor Padel masuk di dalam pertandingan. “Ada permintaan tambahan,” katanya.
Cabor Padel ini dilihat memiliki potensi untuk bisa mendapatkan medali emas dan menjadi cabor baru pada PON 2028. Selain itu, cabor padel ini juga berpotensi bisa diikutsertakan pada kejuaraan dunia.
“Ini cabor yang venue tidak mahal dan ada potensi kita dapat emas. Ada pandangan pada Gubernur ini bisa dipakai pada kejuaran dunia. Banyak orang asing yang senang bermain padel,” katanya.
Kesiapan masing-masing venue ini, Mori mengharapkan keterlibatan daerah. Tidak hanya itu, ITDC dan PT. Amman Mineral juga diharapkan untuk bisa terlibat dalam penyiapan venue.
“Pendekatan kepada swastanya dan bupati kabupaten dan kota. Banyak elemen nanti PT. Amman Mineral mungkin mau bangunkan satu venue nanti,” harapnya.
Sebagai tuan rumah PON 2028, KONI NTB menargetkan 60 medali emas dan berada pada peringkat 5 besar. Target ini dinilai cukup realistis dengan melihat kesiapan masing-masing cabor. “Ini realistis,” katanya.
Rencana pemusatan latihan daerah (Pelatda), Mori mengatakan akan lebih selektif. Karena dikhawatirkan, atlet yang mengikuti Pelatda tidak bisa ikut PON karena terkendala usia. “Ada kendala kalau dia sudah main disana sudah lewat umur. Ini perlu kehati-hatian sekarang orang yang sudah kita didik dua tahun tidak bisa main,” katanya.
Atlet yang akan ikut pelatda memiliki prestasi pada PON Aceh – Sumut. Meski memiliki prestasi usia juga menjadi pertimbangan KONI. “Biaya pelatda ini tidak murah,” tegasnya.

