Waspada, Potensi Bencana Hidrometeorologi Meningkat di Akhir 2021

73
Ilustrasi bencana hidrometeorologi. (Image source : imunitas.or.id)

Mataram (Inside Lombok) – Curah hujan yang meningkat beberapa waktu belakangan disebut memiliki potensi memicu bencana hidrometeorologi. Untuk itu, masyarakat diharapkan lebih waspada dan menyiapkan rencana mitigasi saat beraktivitas di musim hujan kali ini.

Secara umum, hujan intensitas tinggi telah merata mengguyur wilayah NTB. Prakirawan Stasiun Klimatologi Lombok Barat, Made Budi Setiawan menyampaikan curah hujan di wilayah NTB pada dasarian III November 2021 umumnya bervariasi berada pada kategori menengah (51 – 150 mm/das) hingga tinggi (> 300 mm/das).

Curah hujan tertinggi terjadi di wilayah Madapangga, Kabupaten Bima dengan jumlah curah hujan sebesar 270 mm/das. Sifat hujan pada dasarian III November 2021 di wilayah NTB secara umum didominasi sifat Atas Normal (AN).

Kemudian lanjut Budi, untuk prakiraan curah hujan pada dasarian I Desember 2021 mendatang, terdapat potensi terjadinya hujan dengan intensitas menengah atau (>50 mm/das) yang cukup tinggi peluangnya yaitu 70-90 persen dan terjadi secara khususnya di wilayah Pulau Lombok dan Kabupaten Sumbawa Barat.

“Hujan dengan intensitas lebih dari (100 mm/das) juga berpotensi terjadi secara merata hampir di seluruh wilayah NTB dengan peluang(10-40 persen),” ungka Budi. Dengan adanya peningkatan curah hujan yang mulai signifikan di Provinsi NTB mengakibatkan potensi bencana hidrometeorologi meningkat.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi terjadinya kondisi ekstrim. Di antaranya seperti hujan lebat, angin kencang, banjir dan seterusnya secara tiba-tiba yang bersifat lokal. (nco)