31.5 C
Mataram
Jumat, 21 Juni 2024
BerandaBerita UtamaAksi Bakar Ban dan Pengrusakan Gerbang Kantor DPRD Lotim Warnai Demo Kenaikan...

Aksi Bakar Ban dan Pengrusakan Gerbang Kantor DPRD Lotim Warnai Demo Kenaikan Harga BBM

Lombok Timur (Inside Lombok) – Gerbang gedung DPRD Lombok Timur menjadi korban ganasnya perlawanan puluhan massa dari Aliansi Laskar Banteng Hitam saat demonstrasi jilid tiga menyuarakan penolakan kenaikan harga BBM.

Massa aksi yang sudah cukup lama menggelar orasi di gedung DPRD Lombok Timur menanti para anggota DPRD untuk keluar menemui mereka. Namun setelah sekian lama tak ada yang datang menemui, membuat massa mencoba memaksa masuk dengan aksi saling dorong dengan anggota kepolisian.

Tak hanya saling dorong, massa juga melakukan pembakaran ban di depan gedung DPRD Lombok Timur yang membuat penjagaan sedikit lengah, lantaran asap yang disebabkan dari ban yang terbakar. Melihat momen tersebut massa kemudian mendorong gerbang besi DPRD Lombok Timur hingga mengalami kerusakan parah.

“Kami sudah bersikap seperti layaknya mahasiswa yang berpendidikan dengan bersikap kondusif, akan tetapi kami tak diberikan masuk dan itu yang membuat kita memaksa masuk,” ucap koordinator aksi, Yandis seusai orasinya, Rabu (21/09).

- Advertisement -

Massa kemudian menginjak-injak gerbang DPRD Lombok Timur yang sudah rusak dan menggotongnya ke jalan raya. Aksi tak sampai di situ, massa juga melakukan corat-coret tembok gedung DPRD Lombok Timur dengan ragam tulisan kekecewaan.

“Ini adalah bentuk ketidakpuasan kami atas apa yang telah kita minta kepada DPRD Lombok Timur, agar seluruh fraksi ikut melakukan penolakan terhadap kenaikan BBM ini,” tegasnya.

Mengenai gerbang yang rusak, Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Lombok Timur, Saifullah mengatakan bahwa pengrusakan yang terjadi merupakan wewenang dari anggota kepolisian untuk menanganinya. Adapun mengenai tuntutan massa yakni satu suara, melakukan penolakan dengan seluruh fraksi dikatakannya itu tidak bisa, lantaran fraksi yang satu tak bisa mewakili fraksi lain.

“Kami tidak bisa mewakili suara fraksi lain, kami hanya mewakili keputusan apa yang telah diputuskan oleh partai-partai kami,” pungkasnya. (den)

- Advertisement -

Berita Populer