Antisipasi Kekeringan, Pemdes Senggigi Bangun Sumur Bor Pakai Dana Desa

Kades Senggigi, Mastur (kiri), saat mengecek lokasi untuk pembangunan sumur bor. (Inside Lombok/Istimewa).

Lombok Barat (Inside Lombok) – Pemerintah Desa Senggigi membangun satu unit sumur bor menggunakan Dana Desa (DD) tahun ini. Anggarannya kurang lebih Rp 119 juta. Pembangunan sumur bor ini untuk mengantisipasi kekeringan.

Kades Senggigi, Mastur menuturkan bahwa sumur bor beserta fasilitas pendukungnya itu dibangun di RT 05, Dusun Kerandangan, Desa Senggigi. Sumur bor itu dibangun dengan kedalaman sekitar 70 meter. Dengan bobot air, disebutnya kurang lebih dua liter perdetiknya.

“Ini kita bangun untuk bisa memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Terutama juga mengatasi kekeringan yang terjadi saat kemarau. Dari anggaran DD Rp 119 juta” ujar Mastur, Kamis (23/09/2021).

Ia mengaku bahwa pembangunan itu merupakan implementasi dari hasil workshop yang diikutinya dengan Kemendagri, pada 15 hingga 17 Desember lalu.

“Sumur bor dan tampungan ini tindaklanjut dari hasil workshop mengenai program penyediaan air bersih dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas),” jelasnya.

Sehingga ia berharap sumur bor ini dapat bermanfaat bagi masyarakat dan membantu mengatasi persoalan air bersih di kawasan itu.

Lebih lanjut, ia menjelaskan nantinya pengaliran air dari sumur bor ke rumah warga ini akan melalui pipa air hutan. Yang disebutnya itu telah lebih dulu ada. Sehingga nantinya, ketika musim kemarau berkepanjangan terjadi, lalu debit air berkurang dan air hutan sudah tidak lagi bisa mengalir. Maka pipa itu pun nantinya akan bisa dialiri oleh air sumur bor tersebut.

“Bisa dikatakan ini wujud nyata program nasional yang langsung kita bawa ke desa” pungkas Kades Senggigi ini.