Antisipasi Surat Suara Tercoblos, KPU dan Korem Sidak Surat Suara

Mataram (Inside Lombok) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan didampingi oleh jajaran Korem 162/WB menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke gudang penyimpanan surat suara di Jalan Lingkar Selatan, tepatnya di Asrama Haji NTB, Sabtu (13/04/2019).

Ini dilakukan guna meminimalisir kemungkinan terjadinya kecurangan menjelang pemilihan umum (pemilu) serentak pada 17 April mendatang

Ketua KPU NTB, Suhardi Soud, menerangkan bahwa sidak tersebut dilakukan untuk memastikan proses penyiapan pemilu dalam kondisi maksimal dan dengan arah penggunaan yang benar. Salah satunya adalah memastikan jumlah dan kondisi surat suara.

“Surat suara dalam kondosi baik dan tidak ada coblosan apapun. Ini membuktikan bahwa proses kesiapan untuk logistik berjalan baik,” ujar Suhardi kepada wartawan, Sabtu (13/04/2019).

Suhardi sendiri menegaskan bahwa KPU NTB optimis pemilu di NTB akan berjalan dengan baik dan lancar serta tanpa kecurangan. Ditambah lagi dengan pengamanan maksimal di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) baik oleh Polri, TNI, maupun masyarakat secara umum.

“Pertama, kita optimis pelaksanaan Pemilu ini akan berjalan baik karena dilihat dari sisi penyelenggaraan, kita ingin masyarakat datang ke TPS untuk menggunakan hak pilih. Kedua, aparat keamanan memberikan jaminan terhadap keamanan proses dari awal sampai dengan akhir pemilu. Ketiga, hasil pemilu bisa diterima oleh semua pihak,” tegas Suhardi.

Untuk distribusi logistik di NTB sendiri, terutama untuk daerah-daerah yang sulit dijangkau di Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu, dan Kabupaten Sumbawa pendistribusian sudah mulai dilakukan sejak 11 April 2019, sedangkan bagi daerah yang lebih dekat dan mudah diakses pendistribusian paling lambat akan dilaksanakan pada 16 April mendatang.

Ketika dimintai komentar terkait adanya penemuan kasus surat suara tercoblos di Malaysia, Suhardi menerangkan bahwa aparat keamanan yang membantu pengamanan proses pemilu di NTB mempunyai standar dalam pelaksanaan pengamanannya mulai dari gudang penyimpanan logistik tersebut hingga ke setiap TPS untuk seluruh rangkaian prosesnya.

“Untuk kekurangan kertas surat suara, semalam (Jumat, 12/4/2019, Red) sudah ada yang tiba dan sekarang sedang proses,” ujar Suhardi.

Ditemui di tempat yang sama, Danrem 162/WB, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, menyebutkan bahwa pihaknya ikut melaksanakan sidak tersebut untuk memastikan pelaksanaan penyiapan logistik persiapan pilpres dan pileg dalam kondisi aman, sekaligus sebagai bentuk komitmen kerjasama antara TNI, Polri, KPU, dan Bawaslu untuk meyakinkan kepada masyarakat umum bahwa di NTB pemilu berjalan aman dan jujur tanpa ada indikasi seperti kasus yang terjadi di Malaysia. Antisipasi Surat Suara Tercoblos, KPU dan Korem Sidak Surat Suara

“TNI bersama komponen penyelengara dan keamanan menjamin keamanan sebelum, selama, sampai dengan selesai seluruh proses pelaksanaan pileg dan pilpres,” tegas Ahmad.

Selain itu, Ahmad juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk memakai hak suaranya pada pemilu serentak. Hal tersebut guna mendukung proses demokrasi di Indonesia dengan memilih pemimpin yang akan maju dan menduduki kursi kepresidenan maupun kursi legislatif untuk 5 tahun ke depan.

“Jangan takut datang ke TPS untuk memilih calon Presiden dan Wakil Presiden dan anggota Legislatif. TNI, Polri, dan komponen bangsa lainnya menjamin keamanan seluruh warga masyarakat sampai ke TPS. Laksanakan pilpres dan pileg dengan hati yang dingin, dewasa, dan cerdas dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa,” pungkas Ahmad.