Atasi Kekeringan, Warga Banyu Urip Buat Sumur Galian

Wakil Gubernur NTB meresmikan sumur galian di Desa Banyu Urip (Inside Lombok/Istimewa)

Lombok Barat (Inside Lombok) – 11 bulan di landa kekeringan, empat wilayah dusun di Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung, Lobar membuat sumur galian di Dusun Bentenu, Desa Banyu Urip. Curah hujan yang sedikit dan jarang terjadi membuat masyarakat kekurangan air.

Empat Dusun tersebut adalah Dusun Bantir, Dusun Kondak, Dusun Bentenu, dan Dusun Sambiratih. Dari dibangunnya sumur galian ini, 365 Kepala Keluarga (KK) dapat terbantu mengatasi masalah kurangnya air tersebut.

Kadus Sambiratih, Ismail, menyampaikan bahwa empat dusun seluas 330 hektar tersebut sebenarnya merupakan daerah tadah hujan. Namun sudah 11 bulan sejak Februari tahun lalu empat dusun tersebut mengalami kekeringan.

Peresmian sumur yang merupakan permulaan dari program wakaf 1.000 sumur yang dilaksanakan oleh Lembaga Amal Zakat (LAZ) DASI NTB ini dihadiri oleh Wakil Gubernur NTB, Dr. Sitti Rohmi Djalillah, Kepala Dinas BAPPEDA, Bupati Lombok Barat, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lombok Barat, Kepala Desa Banyu Urip, Kepala Dusun, Tokoh masyarakat, Tokoh agama, serta masyarajat Banyu Urip.

Dalam sambutannya Wakil Gubernur NTB mengimbau supaya masyarakat tetap memegang prinsip untuk menghemat air. Baik bagi lokasi dengan air berlimpah, maupun lokasi dengan air sedikit.

“Semoga sumur yang baru diresmikan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Karena digunakan oleh banyak masyarakat dengan kebutuhan yang tidak sedikit, maka menghemat air adalah prinsip bagi kita semua,” ujarnya.

Sumur galian tersebut memang dinantikan oleh masyarakat Desa Banyu Urip. Pasalnya sumber air yang ada tidak memenuhi jumlah kebutuhan masyarakat dan tidak memenuhi standar untuk dikonsumsi.