Banyak Dikecam, Pemilik Akun TikTok Mandi Lumpur Minta Maaf

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Video viral emak-emak mandi lumpur dengan live di TikTok yang berlokasi di Dusun Pedek Setanggor Timur 2, Desa Setanggor, Praya Barat, Lombok Tengah (Loteng) menjadi atensi berbagai pihak. Menghadapi pro-kontra yang mengikuti konten garapannya, Sultan Ahyar, pengelola akun tiktok @intan_komalasari92 dan @Bocah Perik yang melangsungkan live itu meminta maaf.

Ahyar mengaku telah menyadari bahwa apa yang ia lakukan merupakan hal yang keliru. Sehingga pihaknya meminta maaf kepada masyarakat luas. “Saya minta maaf kalau memang ada salah, saya siap dibimbing oleh Dinas terkait,” ujarnya, didampingi beberapa pihak perwakilan Kementerian Sosial (Kemensos) dan kepolisian setempat, Jumat (20/1).

Selain itu, permintaan maaf juga disampaikan oleh Inaq Mawar alias Layar Sari. Ia dengan polos mengaku tidak mengetahui apa itu TikTok dan meminta solusi lain untuk memenuhi kebutuhan hidup jika membuat konten mandi seperti yang dilakoninya beberapa waktu belakangan ternyata menyinggung banyak pihak.

“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada salah, saya akan berhenti jika ada solusi yang lain,” ujar Inaq Mawar.

Mendampingi Ahyar dan Inaq Mawar, salah satu pekerja sosial Loteng yang ikut turun ke lokasi, Jumardiansyah mengatakan pihaknya bersama tim Kemensos, dalam hal ini dari Sentra Paramitra bersama Dinas Sosial Provinsi NTB, kepolisian serta pemdes setempat telah menemui Ahyar dan Inaq Mawar.

“Dari hasil atensi kita bersama bahwa, pemdes setempat dan keluarga kedua belah pihak yaitu pembuat konten dan menginginkan masalah tersebut jangan sampai di bawa ke ranah hukum, karena tujuannya hanya ingin menghibur,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa, pihak pembuat konten menyesali dan meminta maaf kepada masyarakat terkait dengan perbuatan mereka.

“Dari hasil asesmen yang kita lakukan bersama bahwa Ibu Layar Sari saat ini belum dikategorikan lansia, mengingat ibu tersebut masih usia di bawah 60 tahun,” jelasnya.

Ia menceritakan, bahwa Layar Sari alias Inaq Mawar hidup bersama pasangannya di rumah semi permanen yang berukuran kurang lebih 5×6 dan memiliki pekerjaan sebagai buruh tani dan ternak sapi.

Dengan melihat kondisi ekonomi Inaq Mawar pihaknya dari Sentra Paramitha akan melakukan rencana tindak lanjut. “Kami berencana melakukan tindak lanjut untuk memberdayakan keluarga dengan mengusulkan bantuan modal usaha,” ujarnya.

Sementara itu untuk pengelolaan akun TikTok Sultan Ahyar akan diatensi oleh Dinsos Provinsi NTB untuk memberikan keterampilan public speaking. “Kita akan atensi pengelola akun TikTok itu dengan memberikan keterampilan public speaking,” pungkasnya. (fhr)