BNNP NTB Adakan Bimtek Penggiat Anti Narkoba di Lingkungan Masyarakat

Penyerahan sertifikat kepada peserta bimtek oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, AKBP Cheppy Ahmad Hidayat di Hotel Santika, Rabu (22/05/2019). (Inside Lombok/Elita).

Mataram (Inside Lombok) – Penyalahgunaan dan peredaran narkoba yang marak terjadi di NTB kian menjalar hampir ke seluruh lapisan masyarakat. Untuk itu, sosialisasi akan bahaya narkoba kepada masyarakat masih menjadi kegiatan yang sangat dibutuhkan.

Selaku lembaga pemerintah yang bergerak di bidang pencegahan dan penanggulangan narkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Nusa Tenggara Barat mengadakan  Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggiat Anti Narkoba di lingkungan masyarakat.

Kegiatan bimtek ini berlangsung di Hotel Santika Mataram selama dua hari sejak Selasa (21/05/2019). Jumlah peserta penyuluhan terdapat sekitar 26 orang yang merupakan perwakilan dari beberapa komunitas masyarakat di NTB.

Tujuan bimtek ini diadakan untuk merekrut pegiat anti narkoba di lingkungan masyarakat dari sejumlah perwakilan komunitas, agar dapat ikut andil secara aktif memperkenalkan dan kampanyekan gerakan untuk berkata tidak pada narkoba kepada masyarakat luas.

Melalui sambutannya sebagai pembuka acara, Kepala BNN Provinsi NTB, Brigadir Jendral Polisi Muhamad Nurochman berharap penyuluhan mengenai upaya Pencegahan, Pemberantasan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) bisa mengurangi kasus narkoba yang ada di daerah ini secara bertahap.

“Perbandingan harga sabu-sabu di Indonesia dengan luar negeri sangat jauh. Jika dirupiahkan, di Tiongkok hanya Rp20 ribu per gram, di Iran Rp50 ribu per gram, tapi di Indonesia sampai Rp1,5 juta per gramnya,” ujar Nurochman dalam sambutan pembukaan di Hotel Santika Mataram, Selasa (21/05/2019).

Selain itu, ia juga menyinggung tentang sindikat penyeludupan narkoba yang sudah mulai menggunakan para TKI/TKW sebagai kurir. Beberapa TKI/TKW yang bekerja di luar negeri dan akan kembali ke Indonesia, direkrut secara sadar tanpa mempedulikan risikonya karena bayaran yang diterima tinggi. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, AKBP Cheppy Ahmad Hidayat, yang merupakan salah satu nara sumber bimtek anti narkoba memperlihatkan daerah kecamatan di NTB yang paling rawan terhadap penyalahgunaan narkoba. 

Untuk wilayah Mataram daerah yang paling rawan yakni Kecamatan Mataram, Ampenan, Cakranegara. Sedangkan untuk wilayah Lombok Barat yaitu Kecamatan Senggigi dan di wilayah Lombok Utara yaitu Kecamatan Pemenang. 

Penyalahgunaan narkoba di wilayah Lombok Timur, Lombok Tengah, Sumbawa, Sumbawa Besar, Bima, dan Dompu juga rawan, akan tetapi tingkat kerawanannya masih tidak separah 3 wilayah tersebut.

“Kita ingin sama-sama berantas peredaran narkoba. Kita coba menjaga agar penyalahgunaan narkoba juga tidak merajalela,” kata Ahmad.