Home Berita Utama BPS Mataram Akan Laksanakan Sensus Penduduk Sistem Daring

BPS Mataram Akan Laksanakan Sensus Penduduk Sistem Daring

Kepala Badan Pusat Statistik Kota Mataram Isa, SE, M.M. (Foto: Inside Lombok/ANTARA News/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, akan melaksanakan sensus penduduk dengan menggunakan sistem dalam jariangan (daring) atau “online”, mulai 15 Februari 2020.

“Sensus penduduk dengan sistem daring akan kami gunakan dengan penetapan SLS (satuan lingkungan setempat) terendah, yakni melalui RT,” kata Kepala BPS Kota Mataram Isa, SE, MM di Mataram, Jumat.

Isa yang ditemui seusai kegiatan “fokus grup discussion” verifikasi pemetaan dan batas wilayah dalam rangka Sensus Penduduk (SP) 2020 mengatakan saat ini sudah terdata 1.715 SLS yang akan menjadi wilayah kerja Sensus 2020, dengan memasukkan data penduduk dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapi) ke wilayah kerja BPS.

Menurutnya, basis data yang digunakan dalam kegiatan Sensus Penduduk Tahun 2020 adalah data Disdukcapil Desember 2019. Dengan demikian, masyarakat yang sudah terakomodasi pada kondisi terakhir diharapkan melakukan “update” data melalui sensus daring.

“Untuk sensus nanti, masyarakat tinggal mengakses link BPS melalui sensus.bps.go.id, kemudian memasukkan nomor induk kependudukan dan ‘password’ yang akan kami berikan mendekati kegiatan sensus sekitar bulan Januari,” katanya.

Dikatakan, untuk memudahkan masyarakat memperbaharui data melalui sensus penduduk daring ini, kepala keluarga bisa membantu “update” data keluarga lainnya, seperti anak atau saudara selama itu masih dalam satu KK.

Sementara untuk masyarakat yang lanjut usia, tidak memiliki android atau gagap teknologi, BPS akan menurunkan petugas khusus mulai 1 Juli 2020 untuk melakukan pendataan melalui sistem wawancara, seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Bedanya, Tahun 2020, hasil wawacara langsung menggunakan hand phone android sehingga data penduduk bisa terakomodasi langsung,” katanya.

Ia mengatakan, untuk mengetahui penduduk yang akan menjadi sasaran penyisiran karena tidak melakukan sensus penduduk secara daring, pada tanggal 31 Maret 2020, BPS akan mencetak semua data yang penduduk yang telah melakukan sensus daring.

Selanjutnya, data tersebut diserahkan ke semua RT atau SLS untuk mencermati satu-per satu penduduk mereka yang belum melakukan sensus daring.

“Setelah teridentifikasi, barulah petugas kami akan turun melakukan penyisiran,” katanya.

Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat melakukan sensus daring ini, BPS juga telah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah tingkat SMA/SMK dan MA, dengan tujuan mereka bisa membantu keluarga, adik, atau orang tua mereka melakukan sensus secara daring.

“Harapan kami, semua masyarakat bisa memberikan dukungannya untuk akurasi data penduduk Kota Mataram. Data ini akan menjadi data base pemerintah dalam setiap pelaksanaan program di daerah,” ujarnya. (Ant)