Pertumbuhan Ekonomi Kota Mataram Alami Perlambatan Tahun 2018

lustrasi - Masyarakat mulai mengurus berbagai izin usaha yang menjadi salah satu tolok ukur mulai membaikknya investasi berdampak pada pertumbuhan ekonomi pascagempa bumi 2018, di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. (Inside Lombok/ANTARA News/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) –

Badan Pusat Statistik Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyebutkan pertumbuhan ekonomi Kota Mataram mengalami perlambatan/penurunan dari 8,07 persen pada 2017 menjadi 4,98 persen pada 2018.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Mataram Isa di Mataram, NTB, Kamis mengatakan penurunan pertumbuhan ekonomi tersebut dipicu terjadinya bencana gempa bumi pada 2018.

Selain pertumbuhan ekonomi, gempa bumi juga meningkatkan jumlah warga miskin di Kota Mataram, meskipun dari persentase mengalami penurunan.
Dari persentase, kata Isa, angka kemiskinan di Kota Mataram menurun 0,04 persen dari 8,96 persen tahun 2018 menjadi 8,92 persen tahun 2019.

Tapi, dari jumlah jiwa meningkat yakni dari 42.600 jumlah warga miskin tahun 2018 dengan jumlah penduduk 477.476 jiwa, naik menjadi 43.190 jiwa warga miskin tahun 2019 dengan jumlah penduduk 486.715 jiwa.

Sementara itu, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh yang dikonfirmasi terkait penurunan tingkat pertumbuhan ekonomi tahun 2018, mengatakan pemerintah kota tidak dapat memungkiri penurunan tingkat pertumbuhan ekonomi tersebut yang dipicu karena bencana gempa bumi.

Oleh karena itu, saat ini pemerintah kota sedang berupaya bersama untuk membangun kembali perekonomian masyarakat melalui investasi. (Ant)