Budidaya Melon Bumdes Mujur Tembus Omzet Ratusan Juta Rupiah

317
Buah melon hasil budidaya Bumdes Desa Mujur dengan omset ratusan juta, Selasa (3/11/2020). (Inside Lombok/Ida Rosanti)

Lombok Tengah (Inside Lombok) – Peran Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa mulai nampak. Salah satunya adalah Bumdes Al-Amin Mujur kecamatan Praya Timur Lombok Tengah (Loteng).

Bumdes tersebut belakangan ini mulai tekun membudidayakan melon sehingga memperoleh omzet mencapai ratusan juta rupiah.

Alasan Bumdes membudidaya melon karena melihat kualitas buah berwarna oranye tersebut sangat baik dikembangkan di desa Mujur.

“Kami melihat potensinya bagus. Tanahnya juga bagus. Sehingga mencoba melakukan budaya melon di sini”,kata Ketua Bumdea Al-Amin Mujur, Hairul Safi’i, Selasa (3/11/2020 di sela-sela kegiatan memanen buah melon.

Dikatakan, melon yang dikembangkan oleh Bumdes Mujur sudah tembus pasar nasional. Melon- melon jenis marlin, kemas dan golden alisa itu dikirim ke Jakarta dan Surabaya.

“Modal awal Rp80 juta dan hasil setelah panen, omzetnya itu Rp200 juta”,katanya.

Begitu panen, melon langsung diborong perusahaan dengan harga Rp5.500 per kilo.

Untuk saat ini, Bumdes Mujur menanam melon di atas lahan seluas 55 are dengan jumlah bibit sekitar 10 ribu bibit dengan potensi 30 ton buah melon dalam empat kali panen.

Proses budidaya melon sendiri sama seperti tanaman lainya. Mulanya dilakukan pembukaan lahan untuk pesiapan tanam.

Setelah penanaman, perawatan dilakukan dengan memberikan pupuk, pengendalian gulma, pengendalian hama dan penyakit, disiram dan dilakukan pengamatan untuk seleksi buah.

Seleksi buah dilakukan agar buah yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik.

Buah yang dipertahankan idealnya berada di cabang ke 8 hingga 13. Buah pada cabang tersebut menghasilkan buah yang lebih manis, memiliki rongga lebih sempit dan buah tidak akan menyentuh tanah atau mulsa sehingga mengurangi risiko busuk. Satu tanaman maksimal dua buah yang dipertahankan.

Setelah seleksi buah dengan ukuran sebesar telur ayam maka perawatan akan fokus ke pemupukan buah. Seperti untuk pembesaran buah, daya tahan buah dan memaniskan buah.

“Sekarang ini juga kami sedang melakukan pembinaan kepada petani di desa Mujur untuk budidaya melon agar stok setahun mendatang terpenuhi”, ujarnya.