Cegah Klaster Liburan, Pemkab Lotim Lakukan Antisipasi Penyebaran Covid-19

54
Sekda Lotim dan beberapa jajaran saat rapat kebijakan antisipasi libur panjang di ruangan Sekda Lotim, di Selong, Rabu (23/12/2020). (Inside Lombok/M.Deni Zarwandi).

Lombok Timur (Inside Lombok) – Antisipasi penyebaran Covid-19 di masa libur panjang, Pemerintah Kabupaten Lotim setujui empat kebijakan untuk mengindari meluasnya Covid-19 di Lotim. Salah satunya yaitu dengan melakukan penyekatan di obyek wisata.

Sekretaris Daerah Lotim, M Juaini Taofik mengatakan, empat kebijakan yang diambil tersebut yaitu melakukan penyekatan di daerah wisata, memberikan imbauan kepada seluruh camat dan kades untuk memaksimalkan potensi desa agar masyarakat disarankan untuk berwisata di wisata desa masing-masing agar mudah menerapkan protokol kesehatan.

Dikbud juga diminta untuk mengingatkan pihak sekolah agar tidak membawa siswa berlibur ke tempat yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Ataupun jika ingin berlibur harus menerapkan protokol kesehatan, dan juga membuka Posko Satgas Covid-19 untuk menjadi pusat informasi.

“Mengingat masyarakat yang mulai abai sekarang ini untuk itu kita kembali mengingatkan mereka,” ujarnya, Rabu (23/12) di ruangannya.

Mengingat pada saat ini tengah memasuki libur panjang dan juga peringatan tahun baru yang nantinya banyak mengundang antusiasme masyarakat untuk melaksanakan momen tahun baru ditempat wisata sehingga berpotensi menimbulkan kerumunan.

“Kita tidak mau mematikan pariwisata kita, kan tetapi kita sebagai penggiat wisata juga harus sadar untuk tetap menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

Pemkab juga meminta kerjasama kepada semua Pokdarwis dan juga Badan Keamanan Desa (BKD) untuk bersama-sama melakukan monitoring aktivitas tempat wisata yang tidak bisa terjangkau oleh Satgas Covid-19 untuk penegakkan protokol kesehatan.

Tujuan dari penyekatan tersebut juga untuk memastikan semua protokol kesehatan pada tempat wisata tetap terjaga, sehingga nantinya tidak ada ditemukan kasus Covid-19 dengan klaster liburan.

“Jika ada pelaku wisata tidak menggunakan masker dan dalam kondisi tidak sehat, maka akan kami suruh balik dan istirahat di rumah saja,” imbuhnya.

Sekda mengimbau kepada seluruh masyarakat Lotim untuk tetap menerapkan prokes, terlebih pada saat liburan seperti saat ini.