26.5 C
Mataram
Jumat, 30 Januari 2026
BerandaBerita UtamaCovid-19 Muncul Lagi, Dikes Mataram Minta Masyarakat Waspada

Covid-19 Muncul Lagi, Dikes Mataram Minta Masyarakat Waspada

Mataram (Inside Lombok) – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengeluarkan surat edaran tentang kewaspadaan terhadap peningkatan kasus Covid-19. Dalam surat edaran tersebut warga diminta untuk memakai masker jika batuk, pilek, atau demam bagi yang melakukan perjalanan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram, Emirald Isfihan mengatakan surat edaran dari Kemenkes RI tersebut sebagai bentuk kewaspadaan terhadap Covid-19. Karena beberapa negara di Asia mengalami peningkatan kasus adalah Thailand, Hongkong, Malaysia, dan Singapura. Sedangkan tren di Indonesia mengalami penurunan pada pekan ke-20 dengan varian virus yang dominan adalah MB.1.1. “Tidak tidak terlalu berlebihan. Waspada tetap waspada tapi jangan sampai berlebihan,” katanya, Senin (2/6) siang.

Surat edaran itu tertanggal 23 Mei 2025 dan ditujukan kepada sejumlah pihak, termasuk Dinas Kesehatan seluruh provinsi dan direktur Rumah Sakit seluruh Indonesia. Kewaspadaan ini terjadi karena adanya peningkatan kasus Covid-19 di kawasan Asia sejak beberapa minggu ini. “Catatan kita di Indonesia, Kota Mataram sudah mencapai vaksin yang maksimal. Saya kira ini adalah bentuk hal yang sudah on the track yang sudah kita lakukan,” katanya.

Tingkat kewaspadaan ini tidak saja di tengah masyarakat melainkan juga di jajaran tenaga kesehatan. Karena dalam edaran tersebut, tenaga kesehatan juga diminta untuk melakukan screening yang lebih maksimal di rumah sakit, puskesmas atau di Balai Karantina.

“Saya sudah ada arahan disana bagaimana kita melakukan penemuan kasus sedini mungkin dan penanganan kasus tersebut. Yang terpenting sistem pelaporan kita melalui satu pintu di Kemenkes. Itu yang ditegaskan dalam surat edaran,” katanya.

Untuk kasus di Kota Mataram disebut masih landai saja dan tidak ada peningkatan. Karena screening yang dilakukan oleh tenaga kesehatan kepada pasien yang memiliki gejala flu. “Hal-hal yang memang terdampak itu dimaksimalkan screening oleh teman-teman. Poinnya adalah kita melakukan upaya preventif dan promotive kembali,” katanya.

Pasien yang datang dengan gangguan pernafasan kita sarankan untuk menggunakan masker. Memaksimalkan penggunaan masker ini agar tidak menular ke yang lain. “Walaupun itu tidak mengarah ke Covid, tapi itu bentuk kewaspadaan kita,” katanya. (azm)

- Advertisement -

Berita Populer