Didatangi Gubernur, Pedagang Eks Pelabuhan Ampenan Minta Bantuan Modal

59
Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah bersama steakholder terkait berdialog dengan para padagang di Eks Pelabuhan Ampenan (Inside Lombok/azmah)
IMG 20210802 WA0009
Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah bersama steakholder terkait berdialog dengan para padagang di Eks Pelabuhan Ampenan (Inside Lombok/azmah)

Mataram (Inside Lombok) – Aksi demo yang digelar di Pantai Eks Pelabuhan Ampenan oleh puluhan pedagang beberapa waktu lalu, menarik simpati Gubernur NTB, DR. H. Zulkieflimansyah. Orang nomor satu di Provinsi NTB tersebut menggelar dialog dengan para pedagang setempat Senin (2/8) di Ampenan.

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansya mendengarkan keluh kesah para pedagang. Karena didatangi langsung oleh orang nomor satu di NTB, sejumlah pedagang meminta agar diberikan modal bantuan hingga hutang bank agar bisa dilunasi.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur NTB mengajak pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar bisa bisa merealisasikan programnya dan membantu para pedagang. “Ini ada kepala dinas ada Bank NTB Syariah juga. Sehingga jika minta bantu modal biar bisa ini. Ini yang kita lakukan kongkrit apa yang benar-benar dibutuhkan,”katannya.

Pada kesampatan tersebut, para PKL mengeluhkan tidak adanya kelonggaran oleh perbankkan dan juga koperasi kepada pedagang selama masa pandemi Covid-19. Pasalnya, selama masa pandemi Covid-19 omzet yang diperoleh menurun drastis.

Ditambah lagi dengan diterapkannya Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Kota Mataram. Kebijakan ini memperparah kondisi para pedagang.

Solusi yang diberikan kepada para pedagang yaitu dengan memberikan bantuan modal usaha dengan system pinjaman non bunga melalui Bank NTB Syariah. “Mudahan besok modal yang dibutuhkan bisa tersalurkan tanpa ada bunga. Rp3 juta minjem, Rp3 juta kembali,”ujarnya

Diakuinya, pada masa pandemi Covid-19 ini semua sector mengalami keterpurukan. Namun dari dialog yang digelar bersama masyarakat, selain pengunjung sepi para pedagang juga mengeluhkan masalah perbankkan.

“Itu sedang dibicarakan sama OJK. Sehingga jangan sampai nanti yang disini, dan yang lain juga minta. Memang kalau ada keringanan –keringanan itu sedang dibicarakan. Ini kan menyakut kantor pusat terkait pembiayaan juga,”kata gubernur.

Dikatakannya, jika kedepan para pedagang lain di Provinsi NTB meminta hal yang sama seperti PKL di Eks Pelabuhan Ampenan, Bank NTB diminta proaktif untuk mendatangi para PKL lain.

“Lebih gampang jika mereka berkelompok,” katanya.

Sementara itu, Direktur Bank NTB Syariah, Kukuh Rahardjo mengatakan, pinjaman untuk para pedagang tanpa bunga ini, dikerjasamakan dengan masjid.

“Pembiayaan tanpa tambahan atau tanpa marjin. Jika bapak/ibu pinjem Rp3 juta, maka kembali Rp3 juta,” katanya.

Jelaskan Kukuh, sudah ada anggaran khusus untuk merealisasikan program tersebut. Saat ini pembiyaan tanpa bunga ini sudah berjalan dengan jumlah anggaran sebesar Rp1 miliar.

“Setahun lalu kami gulirkan sudah bisa membantu masyarakat yang terjerat renternir. Pembiayaan ini ditujukan kepda masyarakat biasa ambil,” ujar Kukuh.