Dinsos: Bantuan Pangan Nontunai di Kota Mataram Sudah Bisa Dicairkan

Sejumlah keluarga penerima manfaat (KMP) bantuan pangan nontunai (BPNT) antre untuk proses pencairan bantuan di salah satu warung gotong royong elektronik (e-warong) di Kelurahan Dasan Agung, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat. (Foto: Inside Lombok/ANTARA/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Sosial Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebutkan, keluarga penerima manfaat (KMP) bantuan pangan nontunai (BPNT), hari ini sudah bisa mencairkan bantuannya di warung gotong royong elektronik (e-warong) di masing-masing kelurahan, setelah ditunda satu bulan.

“Alhamdulillah setelah sempat dihentikan satu bulan karena perbaikan data, hari ini KMP BPNT sudah bisa menerima haknya lagi,” kata Kepala Bidang Penanganan Kemiskinan Perlindungan Sosial dan Jaminan Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram Leni Oktavia di Mataram, Jumat.

Namun demikian, lanjut Leni, pencairan BPNT kali ini akan dilakukan secara bertahap, karena proses validasi data KPM BPNT masih berjalan dengan realisasi 72 persen dari total data penerima BPNT di Mataram 24.759 KMP.

Oleh karena itu, pencairan BPNT hari ini merupakan tahap pertama dan baru bisa dilakukan oleh 8.637 KMP, untuk jatah dua bulan yakni bulan Maret dan April 2021.

“Sisanya akan dicairkan secara bertahap, dan kemungkinan tiga tahap sesuai dengan finalisasi perbaikan data KPM dengan syarat kelayakan,” katanya.

Lebih jauh Leni mengatakan, setiap bulan KMP menerima BPNT sebesar Rp200 ribu yang masuk langsung ke rekening masing-masing sasaran penerima.

Namun bantuan tersebut harus dibelanjakan langsung di e-warong terdekat di kelurahan setempat untuk pembelian kebutuhan pokok seperti beras, telur, protein hewani dan nabati.

“Jenis kebutuhan pokok protein hewani dan nabati merupakan tambahan sesuai instruksi pemerintah dimaksudkan untuk pemenuhan gizi masyarakat penerima manfaat. Awalnya yang diberikan hanya beras dan telur,” katanya. (Ant)