Diskominfo Mataram Segera Tertibkan Tower

Ilustrasi-Pekerja sedang merangkai konstruksi tower (Inside Lombok/Antara)

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, segera menertibakan keberadaan ratusan tower di kota ini, agar bisa lebih tertata dan mengikuti aturan yang ada.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Mataram I Nyoman Swandiyase di Mataram, Kamis, mengatakan, saat ini pihaknya sedang menyiapkan payung hukum untuk melakukan penertiban terhadap keberadaan tower ini kota ini.

“Sekarang kami sedang merampungkan proses pembahasan Perwal tentang Pengendalian dan Pengawasan Menara Telekomunikasi yang merupakan turunan dari Perda Nomor 7 tahun 2011,” katanya.

Dalam perwal tersebut telah diatur beberapa ketentuan, antara lain penyesuaian dengan rencana tata ruang wilayah dan pengaturan jarak antarmenara. Dalam aturan tersebut ditetapkan jarak satu menara dengan ketinggian 72 meter minimal satu kilomter.

“Kalau ketingginya di bawah 72 meter, bisa berjarak 500 meter,” katanya.

Menurutnya, keberadaan sekitar 236 tower di Kota Mataram saat ini terkesan semerawut, karena selama ini pengawasan terhadap pemasangan tower belum maksimal.

Karena itulah, setelah pewal ini disahkan, Diskominfo akan melakukan penertiban terhadap tower yang terindikasi pelanggar ketentuan yang diawali dengan sosialisasi dan pembinaan.

Diskominfo Mataram, kata dia, juga sudah memiliki “cell planing” atau perencanaan seluler sebagai dasar untuk menatata keberadaan tower sesuai dengan rencana pemerintah pusat untuk diarahkan satu tower bisa menjadi tower bersama.

“Satu tower minimal digunakan tiga provider. Kalau sekarang, satu tower satu provider,” katanya.

Lebih jauh, Swandiyase mengatakan, dari hasil verifikasi sebanyak 236 tower di Mataram sebagian besar belum memenuhi ketentuan terutama terkaiat jarak.

Oleh karena itu, katanya, setelah perwal disahkan, pihaknya akan langsung melakukan sosialisasi, dan pembinana terhadap para pemilik tower agar mau meningikuti aturan.

“Apalabila sudah kita sosialisiskan, dan melakukan pembinaan tetapi pihak provider yang terindikasi menyimpang dari aturan akan kita tertibkan,” katanya. (Ant)