Diskop Tender Revitalisasi Pusat Kerajinan Mutiara MCC

Mataram craf center (MCC) di Kawasan Sekarbela, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, segera direvitalisasi. (Foto: Inside Lombok/ANTARA News/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Koperasi Perindustrian dan UKM Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, telah melaksanakan tender revitalisasi pusat kerajinan mutiara, emas dan perak di MCC (Mataram craf center) pada Kawasan Sekarbela, dengan total anggaran Rp1,2 miliar.

“Anggaran tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat melalui dana alokasi khusus (DAK), yang sebelumnya dialihkan untuk penanganan COVID-19, namun sudah dikembalikan lagi,” Plt Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan UKM Kota Mataram I Gusti Ayu Yuliani, di Mataram, Jumat.

Menurutnya, dengan anggaran tersebut revitasliasi MCC akan dirubah menjadi lebih baik dan menjadi pusat edukasi serta pariwisata sesuai dengan konsep yang sudah ada.

“Jadi kami tidak ada merubah konsep apapaun, revitalisasi MCC kita laksanakan sesuai dengan konsep yang sudah disusun sebelumnya,” katanya.

Revitalisasi MCC katanya, dikonsep menjadi objek pariwisata dengan pendekatan hiburan dan edukasi, serta menetapkan industri kerajinan emas mutiara sebagai produk unggulan Kota Mataram.

“Kita akan menyediakan miniteater yang akan memutar film durasi pendek tentang bagaimana proses budidaya mutiara hingga menjadi sebuah kerajinan tangan unggulan dan bernilai tinggi,” katanya.

Dengan demikian, keberadaan MCC tidak hanya fokus sebagai sentra jual beli emas, perak dan mutiara melainkan juga sebagai pusat edukasi, hiburan dan wisata.

Namun, dalam proses pengerjaanya tidak ada pedagang yang direlokasi, sebab kegiatan revitalisasi hanya dilaksanakan pada lantai dua, karena akan dirubah menjadi satu lantai. Jadi 10 los yang ada dilantai dua akan dibongkar dan 8 lokal di bagian belakang untuk bengkel atau tempat pengrajin bekerja.

“Saat proses revitalisasi, sejumlah pedagang yang masih memanfaatkan tokonya di lantai satu tetap bisa beraktivitas. Tidak ada pedagang yang kita relokasi,” katanya.

Namun demikian, sambungnya, dalam pelaksanaanya pihaknya menghadapi sedikit kendala karena sebelumnya anggaran revitalisasi itu sudah ditarik untuk COVID-19, maka dana pendamping dari Pemerintah Kota Mataram sebesar Rp104 juta sudah dialihkan untuk COVID-19.

Akan tetapi, begitu anggaran dikembalikan, pihaknya berusaha mencari dana pendamping lagi agar revitalisasi MCC bisa tetap jalan tahun ini. Jika tidak, tahun depan Mataram tidak akan mendapatkan dana bantuan lagi.

“Karena itu, kita sudah memangkas semua kegiatan mulai dari anggaran perjalanan dinas, pelatihan, pameran dan promosi dan mengalihkannya untuk dana pendamping agar kegiatan revitalisasi MCC bisa berjalan,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, tambah Yuliani, pihaknya terus didampingi tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) agar pekerjaan bisa sesuai dengan standar dan ketentuan yang ada dan ditargetkan kegiatan fisik dimulai bulan Agustus 2020. (Ant)