Disperkim: Jumlah Pohon Tumbang Tahun Ini Terbanyak

Dokumen: Satgas Kesiapsiagaan Bencana Kota Mataram melakukan pembersihan terhadap pohon tumbang. (Foto: Inside Lombok/ANTARA News/Nirkomala.ist)

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyebut bahwa jumlah pohon tumbang akibat angin kencang sebanyak 40 pohon lebih tahun ini menjadi jumlah terbanyak selama lima tahun terakhir ini.

“Selama 5 tahun saya menjadi kepala dinas, tahun ini menjadi sejarah jumlah pohon tumbang akibat angin kencang. Ini baru awal masuknya musim hujan dan angin, belum sampai akhir,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Mataram HM Kemal Islam di Mataram, Senin.

Kemal memprediksi, dengan tingginya jumlah pohon tumbang pada awal musim hujan dan angin kencang ini, maka diprediksi pohon tumbang hingga akhir musim cuaca ekstrem bisa mencapai lebih dari 50 pohon.

“Tahun-tahun sebelumnya, jumlah pohon tumbang dari awal musim hujan dan angin kencang hingga akhir maksimal 30 pohon. Tahun ini, baru awal saja sudah lebih 40 pohon,” katanya.

Menurutnya, tingginya jumlah pohon tumbang kali ini selain dipicu karena jenis pohon dan kondisi pengakaran pohon juga disebabkan kecepatan angin yang kencang dan singkat.

Karena itu, puluhan pohon tumbang tersebut terjadi merata di enam kecamatan se-Kota Mataram dengan berbagai jenis pohon, mulai dari pohon beringin, kenari, dan trembesi, waru, serta jenis pohon pelindung lainnya.

“Untuk jenis trembesi ini cukup banyak yang tumbang sebab jenis pohonnya memang gampang patah, karenanya ke depan kita akan melakukan peremajaan dengan jenis pohon lain,” katanya.

Menyinggung tentang limbah pohon tumbang, Kemal mengatakan, selama ini dalam proses penanganan pohon tumbang pihaknya bekerja dengan tim satgas kesiapsiagaan bencana.

Dimana satgas Disperkim bertugas melakukan pemotongan pohon tumbang yang mengarah ke jalan hingga memastikan jalan tersebut bisa dilalui kembali oleh kendaraan.

“Sementara limbahnya, jika ada masyarakat yang mau ambil disilakan. Tetapi jika tidak ada yang ambil, petugas dari Dinas Lingkungan hidup akan mengangkut dan membawanya ke tempat pembuangan akhir (TPA), sebab kita tidak punya lahan untuk menampung,” katanya.

Lebih jauh kemal mengatakan, untuk mengantisipasi pohon tumbang, masyarakat diminta berperan aktif melakukan pemangkasan ranting pohon yang dimiliki untuk mengurangi beban ketika terjadi angin kencang.

“Apabila membutuhkan jasa pemotongan, tim kami siap selama tidak ada tugas. Karena personel kita prioritaskan untuk pelayanan umum,” katanya. (Ant)