DPRD Minta Pemprov NTB Perkuat Kemitraan Pariwisata Bersama Bali

Mataram (Inside Lombok) – DPRD Nusa Tenggara Barat meminta Pemerintah Provinsi NTB untuk memperkuat kemitraan di sektor pariwisata dengan Pemerintah Provinsi Bali.

“Mengelola pariwisata maka kiblat Indonesia adalah Bali. Wilayah lain di negeri ini harus belajar dari Pulau Dewata, tak terkecuali NTB,” kata Ketua Komisi II Bidang Perekonomian DPRD NTB H Ridwan Hidayat di Mataram, Jumat.

Ia mengatakan, Bali sendiri memiliki nilai lebih dalam mengelola pariwisata. Apalagi, Bali sering ditetapkan sebagai pulau terbaik di dunia versi sejumlah majalah pariwisata. Keunggulan Bali dalam dunia pariwisata karena budaya, alam, dan dukungan masyarakat. Selain itu, peran pemerintah provinsinya juga cukup vital dalam mengatur dunia pariwisata.

Untuk itu, kata Ridwan, langkah Pemprov NTB bersama Provinsi NTT melalui dua gubernur yang telah bertemu dengan Gubernur Bali beberapa hari lalu, dirasa tepat. Karena, menurutnya, menggandeng Provinsi Bali sebagai mitra strategis dalam pengembangan pariwisata sangat penting dalam memajukan pariwisata di wilayahnya masing-masing.

“Di sini, perlu hasil pertemuan tiga gubernur itu ditindaklanjuti oleh masing-masing kepala dinasnya. Khusus NTB, Kadis Pariwisata NTB jangan lagi menjadikan Bali sebagai pesaing, tapi libatkan Bali sebagai kolaborasi promosi yang saling mendukung bersama demi kemajuan pariwisata NTB,” ujarnya.

Ketua DPD Gerindra NTB itu menyatakan sejarah antara tiga daerah, yakni Bali, NTT dan NTB, tidak bisa dipisahkan. Sebab, antara ketiganya merupakan satu kesatuan bernama wilayah Sunda Kecil yang sebelum dimekarkan masing-masing pada Tahun 1958.

“Jadi, promosi kerja sama tiga gubernur itu adalah bagian dari menghidupkan Sunda Kecil. Bagi saya, ini positif, karena sudah banyak pengusaha biro perjalanan telah menjual paket liburan ke Bali dan Lombok, bahkan ke NTT khususnya, Labuhan Bajo,” kata┬áRidwan.

Ia menegaskan, sejauh ini di Bali terdapat tiga kelompok yang bersinggungan langsung dengan sektor pariwisata, mulai dari pemerintah daerah, swasta, dan peran desa adat atau warga setempat. Ridwan mengakui sebagian besar sektor pariwisata dikelola masing-masing desa adat.

“Keunggulan Provinsi Bali ini yang perlu kita tiru. Minimal, NTB itu menopang dan saling tunjang antarsatu daerahnya. Kalau saya mendukung NTB harus bersama Bali dari sisi promosi pariwisatanya, karena kalau kita kedepankan ego sektoral, maka pengembangan pariwisata NTB akan terus stagnan tanpa ada perkembangan signifikan ke depannya,” katanya. (Ant)