Dua Unit Helikopter Siap Tunjang Pelayanan Kesehatan WSBK

Simulasi penanganan kesehatan dengan helikopter di Sirkuit Mandalika. (Inside Lombok/ist)

Mataram (Inside Lombok) –

Untuk menunjang pelayanan kesehatan pada saat event berskala internasional World Superbike (WSBK) yang akan digelar pada 19-21 November ini, RSUD Provinsi NTB sudah menyiapkan helicopter. Transportasi udara yang disiapkan untuk event bergengsi tersebut yaitu sebanyak dua unit yaitu dari Basarnas dan MGPA.

Dokter Spesialis Penerbangan di RSUD Provinsi NTB, dr. Ivan Sebastian Pamudji, sp.KP mengatakan, keberadaan helicopter itu nanti akan digunakan jika pembalap harus mendapatkan rujukan ke RSUD Provinsi NTB. Namun sebelumnya akan ditengani terlebih dahulu di Medical Center yang ada di Sirkuit Mandalika.

“Apabila ada kecelakaan nanti akan ditangani di Medical Center akan distabilkan. Apabila diperlukan kita akan evakuasi tergantung dari arahan Tim Medical Center Kalau diarahkan menggunakan udara maka baru kita gunakan helicopter,” katanya.

Dua unit helicopter yang disiapkan yaitu dari RSUD Provinsi NTB merupakan bantuan dari Basarnas dengan tipe HR 3603, sementara helicopter dari MGPA yitu Kawasaki BK 117. Keberadaan transportasi udara tersebut utuk mempercepat penanganan. Karena untuk penanganan operasi harus dilakukan di rumah sakit.

“Kalau disana kan alat kurang jika dibandingkan disini. Kalau butuh operasi steril harus diarahkan kesini (RSUDP NTB red) Misalnya ada pendarahan di kepala ke rumah sakit dalam waktu yang cepat,” ujar dr. Ivan.

Jarak tempuh antara Sirkuit Mandalika dengan RSUD Provinsi NTB yaitu sekitar 12 – 15 menit. Jarak tempuh ini dinilai cukup untuk menangani yang bersifat emergency. “Karena ini nanti melewati bandara, jadi kalau ada emergency yang di bandara distop dulu. Wacana seperti itu. Tapi nanti tergantung bagaimana pengelolaan lalu lintas udaranya. Apakah akan muter atau langsung ke rumah sakit,” tegasnya.

Sementara untuk penanganan melalui darat, pihak rumah sakit juga sudah menyiapkan pengawalan. Sehingga jika penanganan yang darurat, maka bisa lebih cepat. “Kan kalau ada event begini kendaraan ramai, jadi kita sudah siapkan pengawalan,”katanya.

Selain itu, pihak RSUD Kota Mataram juga sudah menyiapkan ruang khusus untuk penanganan pasien pada saat event WSBK. “Khusus untuk rider sudah ada tim khusus dan ruangan khusus,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUD Provinsi NTB, dr. Lalu Herman Mahaputra mengatakan, RSUD Provinsi NTB sudah siap 100 persen untuk menangani pasien pada saat event WSBK nanti. Simulasi penanganan pembalap dan crew sudah dilakukan dengan helicopter yang ada.

“Helikopter yang sudah siap itu ada empat. Tapi saat ini kita butuhkan hanya dua dulu. Tapi nanti kita tidak tahu perkembangan dilapangan,” tegasnya.

Pihak rumah sakit juga sudah menyiapkan ratusan tenaga medis dan puluhan dokter spesialis untuk menangani pasien pada saat event bergengsi tersebut. “Jumlah tenaga kesehatan yang akan dilibatkan lebih dari 300 orang. Dari jumlah ini terdiri dari dokter spesialism dokter umum dan penunjang lainnya,” pungkasnya. (azm)