Dukcapil Mataram Optimalkan Pencetakan KTP Elektronik

Pelayanan perekaman dan penerbitan kartu tanda penduduk (KTP) elektronik di SMAN 1 Mataram dengan menyasar pelajar yang sudah masuk usia 17 tahun, yang dilaksanakan melalui program jemput bola Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat . (FOTO: Inside Lombok/ ANTARA/Nirkomala)

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat mengoptimalkan program pencetakan kartu tanda penduduk (KTP) elektronik untuk meningkatkan capaian kepemilikan KTP serta kepentingan pilkada serentak 23 September 2020.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar melalui Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Hasmin di Mataram, Kamis mengatakan bahwa dalam sehari pencetakan KTP elektronik bisa mencapai 250-300 keping.

“KTP elektronik yang kami cetak adalah KTP masyarakat yang sudah melakukan perekaman tahun 2019, dan memegang surat keterangan (SUKET),” katanya.

Ia menjelaskan bahwa untuk mengoptimalkan pencapaian kepemilikan KTP elektronik, Disdukcapil saat ini sedang melaksanakan program “go to school” atau jemput bola ke sekolah-sekolah tingkat SMA/MA dan SMK negeri dan swasta, sebelum mereka masuk masa libur.

Untuk sekolah swasta, katanya, sudah selesai dan sekarang pihaknya sedang menyasar SMA/MA dan SMK negeri. Perekaman dan pencetakan KTP elektronik menyasar pelajar yang masuk usia 17 tahun.

“Mobil pelayanan yang kami gunakan tersambung langsung ke server kami, sehingga warga yang merekam di mobil pelayanan bisa langsung mendapatkan KTP elektroniknya. Langsung jadi,” ujarnya.

Sementara menyinggung tentang kebutuhan blangko, Hasmin mengatakan, stok blangko KTP elektronik sudah mulai stabil.

“Baru-baru ini, kami mendapatkan distribusi blangko KTP elektronik sebanyak 6.000 keping, dan sekarang masih tersisa sekitar 5.000 keping,” katanya.

Ia menambahkan, untuk kebutuhan blangko KTP elektronik sudah tidak perlu dikhawatirkan lagi, sebab begitu progres pencetakan KTP elektronik dilihat sudah mulai berkurang maka pemohonan tambahan blangko bisa diusulkan.

“Kalau sekarang kapan pun dan berapa pun kebutuhan blangko, pemerintah siap distribusi,” demikian Hasmin. (Ant)