Dukcapil Siapkan Pembersih Tangan Bagi Pemohon Dokumen Kependudukan

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, siapkan "hand sanitizer" bagi setiap warga yang akan melakukan perekaman kartu tanda penduduk (KTP) elektronik dan dokumen kependudukan lainnya. (Foto: Inside Lombok/ANTARA News/Nirkomala.ist)

Mataram (Inside Lombok) – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyiapkan cairan pembersih tangan bagi setiap masyarakat yang akan mengajukan dokumen kependudukan untuk meminimalisir dampak penyebaran COVID-19.

“Pembersih tangan kami siapkan di depan pintu masuk, dan kami menempatkan petugas untuk mengarahkan setiap warga yang hendak masuk mengajukan permohonan dokumen kependudukan agar cuci tangan,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar di Mataram, Rabu.

Chairul yang didampingi Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kota Mataram Hasmin mengatakan selain di pintu masuk, alat pembersih tangan juga disiapkan di dalam ruang perekaman kartu tanda penduduk (KTP) elektronik.

“Kami juga menyiapkan tempat cuci tangan, bagi masyarakat yang ingin mencuci tangan pakai sabun, sedangkan untuk pemindaian suhu tubuh, alatnya sedang kami¬†usahakan,” katanya.

Menurut Chairul, cairan pembersih tangan yang disiapkan di Disdukcapil didistribusikan oleh tim dari RSUD Kota Mataram, dan pihaknya bertanggung jawab mengisi kembali botol pembersih tangan jika cairan sudah habis.

Setiap organisasi perangkat daerah (OPD) di Mataram, masing-masing mendapatkan satu botol cairan pembersih tangan berisi 250 mililiter, tapi khusus untuk Disdukcapil, diberikan dua botol.

“Pertimbangannya, karena tingginya mobilitas masyarakat yang datang ke kantor kami,” katanya.

Diharapkan, melalui upaya tersebut pemerintah daerah dapat mencegah sekaligus memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19.

Di sisi lain, Chairul menyebutkan, mobilitas masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan dokumen kependudukan beberapa pekan ini mengalami peningkatan, hingga mencapai 200 orang per hari.

Jenis dokumen yang paling banyak diminta masyarakat dalam beberapa pekan ini adalah pengesahan akta kelahiran, kartu keluarga (KK), dan KTP elektronik.

Tingginya permohonan itu kemungkinan dipicu karena adanya pembukaan rekturmen calon Polri, sehingga pelayanan tetap ramai sampai sore.

“Kendati demikian, alhamdulillah semua bisa terlayani langsung. Untuk pengesahan bisa sehari jadi dan pelayanan kami berikan tanpa biaya,” ujarnya. (Ant)