Empat TKI Tewas Tenggelam di Johor Malaysia, Tiga Warga Lombok Tengah

Ilustrasi tenggelam (Image Source: TribunNews)

Lombok Tengah (Inside Lombok)- Sebanyak empat orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau TKI dilaporkan tewas tenggelam di pantai kota tinggi Johor Bahru Malaysia pada Sabtu (4/12/2021).

Empat jenazah TKI tersebut, satu orang perempuan dan tiga orang laki-laki. Dan tiga di antaranya merupakan warga Lombok Tengah.

“Jenazah ditemukan Sabtu pagi jam 6.30 dan jam 11.00 waktu setempat,”kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB,  I Gde Putu Aryadi kepada Inside Lombok, Minggu (5/12/2021.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Inside Lombok, ada sekitar 30 an orang TKI ilegal yang akan bekerja ke Malaysia dan berangkat menggunakan kapal cepat dari Batam ke Malaysia pada Kamis (2/12/2021).

Mereka kemudian turun dari kapal cepat tersebut sebelum sampai di pesisir pantai Malaysia. Sehingga harus berenang untuk mencapai tepian. Adapun bagi TKI yang bisa berenang berhasil sampai dan langsung bersembunyi agar tidak ditemukan petugas.
Sedangkan beberapa di antaranya justru ditemukan tewas ke esokan harinya karena diduga tidak bisa berenang.

Diterangkan, pihaknya telah menerima informasi terkait tewasnya para TKI asal NTB tersebut dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia.

Dari data yang ada, para korban yakni atas nama Basarudin (36), warga dusun Presak Baru desa Barebali dan atas nama Munaam (50), warga dusun Pondok Pende desa Barebali kecamatan Batukliang. Dan satunya atas nama Rahman, warga desa Bodak kecamatan Praya.

“Kalau melihat KTP nya itu dari desa Barebali Lombok Tengah. Itu info dari KJRI. Yang lain masih dilakukan identifikasi,”ujarnya.

Dikatakan, para TKI yang ditemukan tewas ini merupakan TKI ilegal. Selain itu, saat jenazah ditemukan di pinggir pantai, tidak ditemukan dokumen di sekitar jenazah. Saat ini semua jenazah berada di rumah sakit setempat.

Dia sudah meminta warga NTB untuk segera melapor ke KJRI kalau merasa anggota keluarganya juga menjadi korban dalam peristiwa naas tersebut. Sehingga jenazah korban lebih mudah diidentifikasi dan bisa segera diupayakan kepulangannya.

“Lapor saja, biar segera didefortasi oleh kedutaan kita, supaya clear. Karena yg bisa mengurus kepulangannya adalah KJRI,”ujarnya.

Sementara Pemda tidak bisa memulangkan para TKI tersebut karena hal ini terkait hubungan antar negara. Karena hal inilah pihaknya terus mengingatkan agar para TKI tidak berangkat secara ilegal mengingat risikonya besar.

Apalagi, sampai saat ini penempatan TKI ke Malaysia belum dibuka secara resmi.

“Ya, belum ada (dibuka). Karena pemerintah kita masih menuntut kejelasan upah dan jaminan perlindungan bagi seluruh PMI kita karena inilah yg paling utama,”ujarnya.

Lebih, lanjut kata Aryadi, saat ini kepulangan jenazah TKI ini adalah yang utama. Setelah itu, pihaknya akan mengusut pihak-pihak atau tekong yang terlibat di dalam keberangkatan TKI secara ilegal ini untuk memberikan efek jera.

Adapun Kepala Desa Barebali Lalu Ali Junaidi saat dikonfirmasi mengakui bahwa korban tewas tenggelam itu adalah warganya. Namun, para TKI asal desa Barebali itu berangkat secata ilegal.

“Itu ilegal tanpa dokumen dan jalan sendiri,”katanya.